BPOM Banten Temukan Makanan Berformalin di Pasar Curug Tangerang

BPOM Banten Temukan Makanan Berformalin di Pasar Curug Tangerang, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, BPOM Banten Temukan Makanan Berformalin di Pasar Curug Tangerang, Berita420

BPOM Banten Temukan Makanan Berformalin di Pasar Curug Tangerang, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, BPOM Banten Temukan Makanan Berformalin di Pasar Curug Tangerang, 420, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, BPOM Banten Temukan Makanan Berformalin di Pasar Curug Tangerang

SIDAK-PASAR-CURUG03

TRUSTKOTA TANGERANG – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Banten bersama Dinas kesehatan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, menemukan makan Berformalin, saat melakukan Sidak di pasar Curug, Kabupaten Tangerang, Kamis (17/5/2018).

Penjabat Bupati Tangerang Komarudin mengatakan, pihaknya melakukan sidak (inspeksi dadakan) untuk memastikan stok pangan tercukupi dan memastikan makanan yang dijual tidak mengandung zat berbahaya ke pasar Curug, Kabupaten Tangerang.

“Saat sidak, kami menemukan makanan mengandung pewarna sintesis rodhamin-B pada pacar cina, dan formalin pada tahu,” ujar Komarudin, Kamis (17/5/2018).

Komarudin menjelaskan, dirinya telah memerintahkan kepada dinas terkait hal temuan makanan yang mengandung bahan berbahaya agar ditarik dari pasaran.

“Para pedagang juga harus diberi pemahaman, serta dinas terkait harus terus mensosialisasikan kepada masyarakat luas agar mereka memgetahui mana makanan yang mengandung bahan berbahaya dan tidak,” jelas Komarudin.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Desriana menjelaskan, saat sidak di Pasar Curug, tidak ditemukan makanan mengandung boraks.

“Hanya saja kami masih menemui pewarna sintesis rodhamin-B pada pacar cina, dan formalin pada tahu, produk makanan yang mengandung. pewarna sintesis rodhamin-B dan formalin ini sangat berbahaya bila dikonsumsi dalam jangka panjang bisa menimbulkan kanker,” pungkas Desriana. (Red)