Bos Kuali Sampaikan Eksepsi di Persidangan

Bos Kuali Sampaikan Eksepsi di Persidangan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Bos Kuali Sampaikan Eksepsi di Persidangan, Berita811

Yuki Irawan, terdakwa kasus perbudakan buruh, saat di persidangan.
Yuki Irawan, terdakwa kasus perbudakan buruh, saat di persidangan.

TRUSTKOTACOM – Sidang lanjutan Yuki Irawan (42), terdakwa kasus dugaan perbudakan dan penganiayaan karyawan Pabrik Kuali, di Kampung Bayur Opak, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Kamis (28/11/2013) siang, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang.

Dalam sidang yang beragendakan pembacaan eksepsi terdakwa, kuasa hukum terdakwa, Slamet Yuwono menilai dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak jelas dan tidak cermat. Diantaranya Pasal 333 KUHP tentang perampasan hak kemerdekaan, pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, pasal 372 KUHP tentang penggelapan dan pasal 24 UU 5/1984 tentang perindustrian.

“Dalam dakwan tersebut, disebutkan dua pengawas pabrik Topik dan Usman disuruh Yuki untuk mencari pekerja dengan menjanjikan imbalan Rp 500 ribu – Rp 1,5 juta, dapat liburan dan sebagainya. Namun hingga kini kedua orang tersebut tidak diperiksa dan di BAP karena masih buron. Jadi ini keterangan siapa? Kalau keterangan mereka harusnya dikroscek,” katanya.

Sementara terkait tudingan Yuki membangun industri tanpa izin karena tidak punya surat izin keterangan usaha, menurut Slamet, faktanya kliennya memiliki surat izin tempat usaha yang dikeluarkan Pemkab Tangerang 28 februari 2012. “Ada 2 surat, izin tempat usaha dan domisili usaha. Aparat desa dan pemerintah juga tahu semua,” katanya.

Meski demikian, hanya Pasal 88 no 23/2002 tentang Perlindungan Anak yang tidak disanggah dalam eksepsinya. Namun, Slamet menyatakan bahwa, pihaknya hanya menyampaikan keberatan terkait dakwaan yang tidak cermat dan lengkap.

“Ini berlum masuk ke pokok perkara. Bukan berarti kita tidak masukan itu berarti kita amini. Nanti kita ungkap saat masuk materi perkara,” ujarnya.

Terkait adanya bekingan aparat hukum yang melindungi tempat usaha Yuki, Slamet menegaskan tidak ada. Dia mempersilahkan siapapun mengungkap hal itu dalam persidangan.

“Industrinya legal, tidak ada beking. Jadi ungkap saja, kita terbuka kok,” katanya di luar persidangan.

Menanggapi eksepsi terdakwa, JPU Agus Hartono menyatakan akan menyampaikan tanggapan atas eksepi tersebut. “Saya akan menyampaikan tanggapan, saya minta waktu seminggu,” ujarnya kepada Ketua Majelis Hakim Asiadi Sembiring.

Hakim pun memutuskan untuk melanjutkan sidang pada Kamis (05/12/2013) mendatang, dengan agenda tanggapan JPU atas eksepsi terdakwa. (ges)