Bocah Tiga Tahun di Pinang Tangerang Dicabuli Ayahnya

Bocah Tiga Tahun di Pinang Tangerang Dicabuli Ayahnya, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Bocah Tiga Tahun di Pinang Tangerang Dicabuli Ayahnya, Berita639

Bocah Tiga Tahun di Pinang Tangerang Dicabuli Ayahnya, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Bocah Tiga Tahun di Pinang Tangerang Dicabuli Ayahnya, 639, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Bocah Tiga Tahun di Pinang Tangerang Dicabuli Ayahnya

Ilustrasi
Ilustrasi

PINANG TRUSTKOTA РSejumlah warga Gang Ambon RT 02/06, Kelurahan Nerotog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, mendatangi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) setempat, untuk mengadukan sebuah dugaan perlakuan buruk yang telah dialami seorang bocah perempuan dilingkungan mereka, Kamis (9/10/2014).

Bocah perempuan malang itu berinisal SF (9), siswi kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Bocah ini diduga telah dicabuli oleh ayah tirinya. Dugaan tersebut, muncul setelah warga mendengar cerita korban dan korban sering mengeluh sakit pada kemaluannya.

Berdasarkan informasi dari salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya ini, SF menceritakan, bahwa dugaan tindakan bejat yang dilakukan ayah tirinya, sudah berlangsung berkali-kali sejak satu tahun lalu.

Tindakan bejat ayah tirinya ini dilakukan ketika ibu kandungnya, EN, tengah tidak berada di rumah. Namun, kedua orang tuanya seakan menutupi kasus tersebut, sehingga tidak dilaporkan ke polisi.

Kemudian, peristiwa itu baru diketahui ketika SF bercerita kepada salah seorang tetangganya. Terkejut mendengar pengakuan SF, warga itu langsung melaporkannya kepada ketua RT dan warga setempat lainnya.

Sejumlah warga akhirnya berinisiatif melaporkan kasus tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Tangerang. Meski, korban sempat dimintai keterangannya oleh petugas PPA, namun laporan tersebut belum dapat diterima.

Pasalnya, warga harus mendapat kuasa dari Ibu korban. Kemudian warga beralih ke P2TP2A, yang tergabung dalam Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (BPMKB) Kota Tangeran, untuk mengkonsultasikan kasus tersebut.

Setelah mendengarkan penjelasan dari para warga, petugas/pegawai instansi tersebut akhirnya langsung membawa SF ke puskesmas untuk divisum.

Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (BPMKB) Kota Tangerang Eni Nuraeni, mengatakan, pihaknya telah menerima keluhan warga terkait kasus dugaan pencabulan yang dialami SF.

“Kita bawa dulu korban ke Puskesmas untuk divisum. Kita tunggu dulu hasilnya, kalau belum keluar kita belum bisa lakukan tindakan,” pungkasnya. (Fth)¬†