BNN : TKI Mulai Dirilik Sindikat Narkoba

BNN : TKI Mulai Dirilik Sindikat Narkoba, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, BNN : TKI Mulai Dirilik Sindikat Narkoba, Berita907

BNN : TKI Mulai Dirilik Sindikat Narkoba, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, BNN : TKI Mulai Dirilik Sindikat Narkoba, 907, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, BNN : TKI Mulai Dirilik Sindikat Narkoba

Humas Badan Narkotika Nasional (BNN), Kombespol Sumirat, saat di kantor Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.
Humas Badan Narkotika Nasional (BNN), Kombespol Sumirat, saat di kantor Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

TRUSTKOTACOM – Tenaga kerja Indonesia (TKI), kini menjadi sasaran empuk para bandar Narkoba jaringan internasional terutama dari Malaysia dan Singapura, untuk dijadikan kurir penyelundupan barang haram itu ke Indonesia.

Demikian dikatakan humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombespol Sumirat, di kantor Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Jumat (18/10/2013).

“Dalam Kurun Waktu 2013 ini, kita berhasil menangkap para tki, yang baru mendarat dari Malaysia dan Singapur karena kedapatan menyulundupkan Narkoba,” ungkapnya.

Menurutnya, keterlibatan para TKI tersebut diakui Sumirat, karena memang gencarnya sindikat narkoba dalam melakukan bujuk rayu kepada para tki yang akan kembali ke tanah air.

” Mereka tidak segan-segan memberikan bantuan tiket penerbangan pesawat, hingga upah menggiurkan dengan alasan menitipkan tas barang bawaan”, ujarnya lagi.

Sumirat menambahkan, pihaknya mengaku prihatin dengan banyaknya keterlibatan TKI dalam rangkaian sindikat narkoba, dan dari hasil penelusurannya semuanya mempunyai alasan yang bebeda-beda mulai dari ketitipan barang, hingga kekurangan ekonomi.

“Para TKI untuk tidak tergoda dengan kebaikan seseorang selama berada di luar negeri seperti memberikan tiket gratis sambil menitipkan barang, atau menitipkan barang dengan upah yang mahal, karena patut diduga itu sudah merupakan jebakan penyelundupan narkoba”, pungkasnya. (ges)