PSB di Pandeglang Mahal, Orangtua Murid Menjerit

PSB di Pandeglang Mahal, Orangtua Murid Menjerit, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, PSB di Pandeglang Mahal, Orangtua Murid Menjerit, Berita866

PSB di Pandeglang Mahal, Orangtua Murid Menjerit, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, PSB di Pandeglang Mahal, Orangtua Murid Menjerit, 866, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, PSB di Pandeglang Mahal, Orangtua Murid Menjerit

Ilustrasi
Ilustrasi

PANDEGLANG TRUSTKOTA – Dewan pendidikan Kabupaten Pandeglang, meminta Dinas Pendidikan (Disdik) agar mengevaluasi dan menindaklanjuti terkait adanya biaya penerimaan siswa baru (PSB) di sejumlah  sekolah.

Hal yang paling penting untuk dievaluasi soal peruntukan biaya PSB yang sifatnya tidak terlalu penting, tetapi masih dikenakan kepada siswa baru oleh sekolah.

“Kami sangat tidak setuju dengan biaya  PSB, yang peruntukannya tidak tidak terlalu penting, meski itu bagian dari kesepakatan atau musyawarah,” Ujar Sekretaris Dewan Pendidikan Pandeglang, Eka Supriatna, SH, Rabu (17/07/2014).

Ia menilai, masalah iuran PSB merupakan persoalan klasik dan itu selalu terjadi setiap tahun ajaran baru. Dimana, penerapan iuran PSB di sekolah dengan alasan untuk meningkatkan  sarana dan prasarana  sekolah.

“Ya, kalau nggak perlu-perlu amat, ngak usah lah meminta iuran untuk membeli keperluan sekolah seperti, membeli meubeler dan lainnya. Kalau meubeler masih layak digunakan, sebaiknya tidak perlu dianggarakan lewat iuran PSB,”ujarnya.

Eka mengaku ada beberapa komite sekolah dengan dasar kesepakatan menerapkan iuran bagi siswa baru untuk penambahan  sarana dan prasarana  sekolah. Komite melakukan langkah seperti itu, karena minimnya bantuan pemerintah dan masih perlu ada solusi untuk memenuhi sarana dan prasarana sekolah.

“Ya, memang benar Bantuan Operasional Sekolah (BOS) daerah  belum dapat sepenuhnya membiayai kebutuhan sekolah,” katanya.

Ia juga mengimbau seluruh komite agar  benar-benar menjadi perwakilan orang tua siswa. Sebaliknya, jangan menjadi perwakilan sekolah.

“Komite harus benar-benar mewakili aspirasi orang tua siswa, sebaliknya jangan berperan sebagai wakil dari sekolah” imbaunya.

Alam, orang tua murid menyatakan biaya PSB di Pandeglang cukup mahal. Untuk masuk SD, biayanya mencapai satu juta rupiah.

“Ya, biaya itu cukup mahal. Padahal, pemerintah selalu mempromosikan pendidikan gratis, namun praktiknya masih saja ada biaya,”ujarnya.(Yrs)