Besok, Ratusan Dokter di Tangerang Gelar Aksi Solideritas

Besok, Ratusan Dokter di Tangerang Gelar Aksi Solideritas, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Besok, Ratusan Dokter di Tangerang Gelar Aksi Solideritas, Berita281

Besok, Ratusan Dokter di Tangerang Gelar Aksi Solideritas, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Besok, Ratusan Dokter di Tangerang Gelar Aksi Solideritas, 281, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Besok, Ratusan Dokter di Tangerang Gelar Aksi Solideritas

Logo Ikatan Dokter Indonesia. (net)
Logo Ikatan Dokter Indonesia. (net)

TRUSTKOTACOM – Ratusan Dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Tangerang, rencananya, Rabu (27/11/2013) besok, akan menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran Tugu Adhipura, Jalan Veteran, Kota Tangerang.

Aksi tersebut merupakan aksi solidaritas terhadap tiga dokter RS Prof Kandou Malalayang yang telah divonis penjara 10 bulan oleh Mahkamah Agung (MA), karena diduga melakukan malpraktik.

Ketua IDI Cabang Tangerang Dr Djarasito mengatakan, aksi ini sifatnya adalah nasional dan atas instruksi Pengurus Besar IDI untuk merenungkan kejadian yang menimpa tiga rekan seprofesinya di manado, yakni Dr Dewa Ayu Sasiary Prawarni, Dr Hendry Simanjuntak serta Dr Hendy Siagian.

“Ini sifatnya tidak maksa, tapi partisipasi aktif. Kewajiban moral dan eksistensinya untuk menolak kriminalisasi dokter dan prakter kedoketaran. Yang ikut demo ada sekitar 10 persen dari 4500 anggota IDI Tangerang. Sedangkan 100 dokter didelegasikan ke MA,” paparnya, Selasa (26/11/2013).

Menurutnya, dalam aksi ini, sejumlah pelayanan medis di rumah sakit akan ditutup selama satu hari, kecuali layanan emergency (IGD), rawat inap, kamar operasi dan kamar bersalin.

“Sehari besok, kami tidak lakukan pelayanan rutin atau non emergency, seperti rawat jalan rutin. Kami minta maaf karena pada hari itu tak bisa memberi layanan,” kata Djarasito.

Djarasito mengungkapkan, pihaknya ingin mengukur praktik kedokteran, seberapa jauh kontribusi kepada masyarakat bila praktik dokter pada dasarnya dengan hati nurani, kemudian diancam dengan hukuman penjara.

“Proses medis berbeda dengan yang lainnya, hasilnya tak bisa diprediksi. Karena itu pelayanan medis bukan janji kontrak pelayanan hasil, tetapi janji kontrak pelayaan terbaik,” katanya.

Seperti diketahui, Dr Ayu dan tiga rekannya divonis bebas oleh PN manado atas kasus dugaan mal praktik yang mengakibatkan pasiennya bernama Siska Makatey meninggal. Namun di tingkat kasasi, MA menyatakan mereka bersalah karena kealpaan dan divonis 10 bulan penjara. (ges)