Bermodus Miliki Kebatinan, Babeh Berhasil Sodomi Puluhan Anak

Bermodus Miliki Kebatinan, Babeh Berhasil Sodomi Puluhan Anak, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Bermodus Miliki Kebatinan, Babeh Berhasil Sodomi Puluhan Anak, Berita508

Ist
Ist

 

Trustkota, Tangerang — Memiliki suara yang bagus saat melantunkan ayat suci Al-Qur’an serta, berperilaku baik pada warga, Wawan Sutiono (49) nyatanya mampu memikat puluhan anak lelaki di kawasan Rajeg dan Gunung Kaler.

Tak hanya itu, mampu memikat anak lelaki dengan suaranya yang merdu, membuat Wawan juga menipu para anak yang masih dibawah umur tersebut dengan cara dapat memberikan ilmu kebal dan pemikat.

Hal itu, menjadi dasar ia mampu menyodomi 25 anak tanpa ada penolakan dari anak-anak tersebut ditambah, ancaman dengan cara menakuti nakuti para bocah yang nantinya, bila melakukan penolakan mereka akan mendapatkan kesialan selama 60 hari, membuat para bocah bertekuk lutut.

Kapolda Banten, Brigjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan, hal tersebut dilakukannya sejak April 2017.

“Ia mengaku saat April 2017 itu melakukan hal tersebut di Kecamatan Gunung Kaler setelah ditinggal sang istri ke Malaysia. Kemudian, aksi tersebut sempat diketahui warga dan akhirnya dia pergi lalu tinggal di kawasan Kecamatan Rajeg dan nyatanya, disana ia juga melakukan hal serupa,” katanya.

Kapolda Listyo menjelaskan, dalam melancarkan aksinya pelaku juga meminta para korban meminum butiran besi atau yang disebut dengan gotri.

“Mereka dalam sekali melakukan seksual harus meminum gotri dan seterusnya, pokoknya bila lakukan itu mereka harus minum gotri,” ujarnya.

Sensasinya menurut pengakuan para korban, usai meminum gotri ia merasa lebih tenang dan melayang. Bahkan, tak memiliki rasa sakit usai disodomi pelaku hingga mereka terus kembali.

“Untuk meminum gotri ini, kami dan dinas perlindungan anak melakukan koordinasi dengam pihak kesehatan terkait kondisi si anak,” ungkap Listyo.

Saat ini, pelaku harus mempertanggungjawabkan tindakannya. Pihak kepolisian mengenakan pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dalam paling lama 15 tahun.(Ayi/Gor)

www.trustkota.com
www.trustkota.com