Asyik di Hotel Dengan Pelayan Toko, Guru SD III Saga Balaraja Terjaring Razia Satpol PP

Asyik di Hotel Dengan Pelayan Toko, Guru SD III Saga Balaraja Terjaring Razia Satpol PP, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Asyik di Hotel Dengan Pelayan Toko, Guru SD III Saga Balaraja Terjaring Razia Satpol PP, Berita909

Asyik di Hotel Dengan Pelayan Toko, Guru SD III Saga Balaraja Terjaring Razia Satpol PP, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Asyik di Hotel Dengan Pelayan Toko, Guru SD III Saga Balaraja Terjaring Razia Satpol PP, 909, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Asyik di Hotel Dengan Pelayan Toko, Guru SD III Saga Balaraja Terjaring Razia Satpol PP

Pasangan selingkuh ketika diamankan dan dibawa ke kantor satpol pp
Pasangan selingkuh ketika diamankan dan dibawa ke kantor satpol pp

LEBAK,TRUSTKOTA- Empat pasang selingkuh dirazia Satpol PP di hotel Wijaya Rangkasbitung Kamis (5/3/2015).  Satu diantaranya berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai guru di SDN 3 Saga, Balaraja, Kabupaten Tangerang.

Guru tersebut bernama Duriat dan diamankan ketika sedang dalam kamar Hotel Wijaya No 4 bersama pasangan selingkuhannya Eva Ratna Wijaya warga Kongsen, Rangkasbitung. Eva juga diketahui sebagai pelayan toko di kawasan Pasar Rangkasbitung.

Razia tersebut juga berhasil mengamankan tiga pasangan lainnya, yakni Imam Appipudin yang berpasangan dengan Yati warga Jakarta, Pudin berpasangan dengan Siti Maemunah warga Ciparay, Bakti, Parung Panjang Bogor, Sepul Bahri dengan Beti Nurabeti warga Wanasalam, Lebak. Empat pasangan tersebut kini diamankan di kantor Sapol PP Lebak untuk didata dan diberikan pembinaan.

“Razia ini kami lakukan dalam rangka menghadapi MTQ Banten ke XII yang akan dilaksanakan di Lebak bulan ini. Karena itu, daerah harus bersih dari hal-hal yang berbau maksiat, ” Ujar Kasi Trantrib Satpol PP Lebak Joha Rifai disela-sela memimpin razia tersebut.

Mereka yang terjaring razia ini, kata Johan akan ddidata dan diberikan pembinaan. Untuk mereka yang mempunya suami atau istri, akan dipanggil suami atau istrinya, sedangkan bagi mereka yang masih lajang akan dipanggil orang tuanya.

” Untuk mereka yang punyai suami atau istri, kita serahkan keputusannya pada suami atau istri. Sedangkan untuk yang masih lajang, kalau bisa kita nikahkan disini (kantor Satpol PP), ” Imbuhnya.

Sementara,salah seorang yang terjaring razia Satpol PP, yaitu Duriat guru SDN 3 Saga, Balaraja Tangerang, membantah dirinya telah melakukan perbuatan mesum didalam kamar hotel.

” Sekalipun di kamar hotel, tapi kami tidak melakukan perbuatan mesum, kami kesini hanya mengambil Hp yang ketinggalan. Lagian kami sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan tepatnya di bulan Mei. Saya ini duda ditinggal mati, ” Kilah Duriat. ¬†(Riz)