Benarkah ? Pendamping Jamsosratu Atensi ‘Penguasa Banten’

Benarkah ? Pendamping Jamsosratu Atensi ‘Penguasa Banten’, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Benarkah ? Pendamping Jamsosratu Atensi ‘Penguasa Banten’, Berita741

Benarkah ? Pendamping Jamsosratu Atensi ‘Penguasa Banten’, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Benarkah ? Pendamping Jamsosratu Atensi ‘Penguasa Banten’, 741, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Benarkah ? Pendamping Jamsosratu Atensi ‘Penguasa Banten’

Massa Embun saat demo di Disnakersos Lebak, karena menduga ada ketidakberesan dalam perekrutan pendamping Program Jamsosratu milik Dinsos Provinsi Banten.
Massa Embun saat demo di Disnakersos Lebak, karena menduga ada ketidakberesan dalam perekrutan pendamping Program Jamsosratu milik Dinsos Provinsi Banten.

LEBAK TRUSTKOTA – Tudingan Elemen Mahasiswa Bersatu Untuk Banten (Embun), soal adanya ketidakberesan dalam perekrutan pendamping untuk Jamsosratu oleh Disnakersos Kabupaten Lebak, terjawab sudah.

Namun, benarkah nama yang akan lolos menjadi pendamping orang-orang yang telah mendapatkan atensi dari lingkaran penguasa Banten? Dan bukan berdasarkan kompetensi yang profesional dan independen.

Menurut Kabid Sosial pada Disnakersos Lebak, Asep Saefulloh, pihaknya sangat menyadari bahwa kewenangan untuk menentukan pendamping bagi program Jamsosratu ada di Pemerintah Provinsi Banten dalam hal ini, Dinas Sosial (Dinsos) Banten.

Jadi, kata Asep, mengenai tudingan Embub tidak benar. Terang Asep,  pihaknya hanya menerima dan mengajukan seluruh para calon pendamping yang mendaftar di intansinya dan tak ada yang ditolak atau tidak diserahkan berkasnya ke Dinsos Banten.

“Kami hanya menerima berkas pendaftaran saja, dan seluruh berkas pelamar sebanyak 203 itu kami serahkan ke Provinsi, ” terang Asep.

Lanjut Asep, nanti pihak Dinsos Banten yang akan memverifikasi siapa pendamping yang dirima dan tidak untuk menjadi pendamping Jamsosratu di Kabupaten Lebak.

“Dari ratusan pendaftar yang menyerahkan berkas untuk menjadi pendamping hanya 66 yang akan dinyatakan Dinsos provinsi untuk mengikuti tesnya. Dari 66 hanya 33 yang akan menjadi pendamping. Proses itu Pemerintah provinsi yang melaksanakan bukan Pemkab Lebak,” terang Asep.

Sementara itu, salah satu calon pendamping yang enggan disebutkan namanya mengaku pesimis bisa lolos dari proses seleksi yang akan dibuat Dinsos Banten.

Menurutnya kepada trustkota, sudah mulai berhembus isu calon yang akan diterima dan lolos menjadi pendamping orang yang memiki atensi dari penguasa dan orang-orang yang berada dalam lingkaran kekuasaan.

“Iya gak semangat. Isunya yang akan diterima orang yang punya atensi dari lingkaran penguasa bukan dari seleksi yang independen dan profesional,” terang wanita yang tinggal di Kecamatan Rangkasbitung ini.

Sebelumnya, Embun melakukan aksi unjuk rasa di Disnakersos Kabupaten Lebak karena menduga adanya ketidakberesan dalam perekrutan pendamping program tersebut.

Dugaan itu muncul setelah adanya informasi jumlah yang mendaftar di Lebak dan jumlah berkas yang ada di Dinsos Banten.(RIZ/KY)