Belum Dibayar, Empat KUA di Lebak Ditahan Pemborong

Belum Dibayar, Empat KUA di Lebak Ditahan Pemborong, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Belum Dibayar, Empat KUA di Lebak Ditahan Pemborong, Berita250

Belum Dibayar, Empat KUA di Lebak Ditahan Pemborong, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Belum Dibayar, Empat KUA di Lebak Ditahan Pemborong, 250, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Belum Dibayar, Empat KUA di Lebak Ditahan Pemborong

KUA Leuwidamar yang telah selesai di rehab namun belum bisa dipergunakan
KUA Leuwidamar yang telah selesai di rehab namun belum bisa dipergunakan

LEBAK,TRUSTKOTA- Empat Kantor Urusan Agama (KUA) di Kabupaten Lebak ditahan pihak pemborong. Pasalnya empat KUA tersebut telah selesai di rehabilitasi oleh pihak pemborong, Namun hingga saat ini belum ada pembayaran dari Departemen Agama Kabupaten Lebak. Rehab gedung KUA tersebut merupakan program Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari kementrian Agama Republik Indonesia yang memiliki anggaran bervariasi.

H.Yaya pemborong empat gedung tersebut mengatakan pihaknya mengerjakan secara serentak rehab gedung KUA yang ada di Kabupaten Lebak ini, diantaranya KUA Leuwidamar, Cirinten, Bojongmanik dan Gunung Kencana.

“Semuanya dikerjakan secara serentak dengan masing-masing pekerja 8 sampai 10 orang disetiap titiknya. Nilainya untuk empat KUA itu diperkirakan mencapai sekitar Rp 390 jutaan. Karena belum dibayar, maka untuk sementara kunci saya tahan ,”kata Yaya melalui telepon selulernya , di Rangkasbitung , Minggu (02/08/2015).

Menurut Yaya, pengerjaan empat gedung tersebut telah selesai sejak awal bulan Juni 2015 dan sampai sekarang ini belum ada pembayaran sepeserpun dari Departemen Agama Kabupaten Lebak.

“saya menahan keempat kunci gedung KUA sebab pembayaran untuk rehab gedung ini terkesan di No 3 kan dengan alasan mengutamakan honor kepala KUA dan penghulu,” Paparnya.‎

 

Adapun nilainya, Kata Yaya untuk gedung KUA di Gunung Kencana sebesar Rp. 103 Juta , sedangkan untuk gedung KUA Leuwidamar, Bojongmanik, dan Cirinten masing-masing sebesar Rp. 98 Juta.

“Jika dalam aturan memang benar, seharusnya ada masa pemeliharaan selama 2 bulan, yang mana kantor tersebut belum bisa diisi, akan tetapi jika keadaan mendesak ingin segera digunakan, apabila ada kerusakan itu merupakan tanggung jawab pengguna,”jelasnya.‎

Sementara, Nurhaeti salah satu staff KUA asal Leuwidamar mengatakan, pihaknya tidak tahu secara jelas alasan gedung KUA sampai saat ini belum digunakan.

“Karena gedung KUA direhab, jadi KUA leuwidamar menyewa rumah untuk dijadikan kantor sementara yang rencana awalnya hanya satu bulan , tapi faktanya sudah hampir 2 bulan ini pegawai‎ KUA belum juga menempati gedung KUA yang telah direhab,” Katanya.

Untuk itu, Kata Nurhaeti, pihaknya berharap dapat segera mengisi kantor  KUA tersebut.

“Saya harap kantor tersebut bisa secepatnya diisi, karena kami juga sabagai pegawai merasa tidak nyaman jika menyewa tempat seperti ini, berkas atau data penting kami tidak tersusun rapi dan dikhawatirkan hilang,”pungkasnya. (Riz)