Bela Mbah Moen, Ratusan Santri Kecam Fadlizon

Bela Mbah Moen, Ratusan Santri Kecam Fadlizon, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Bela Mbah Moen, Ratusan Santri Kecam Fadlizon, Berita527

Bela Mbah Moen, Ratusan Santri Kecam Fadlizon, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Bela Mbah Moen, Ratusan Santri Kecam Fadlizon, 527, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Bela Mbah Moen, Ratusan Santri Kecam Fadlizon

Aksi santri di Kabupaten Tangerang bela Mbah Moen Zubair/Trustkota
Aksi santri di Kabupaten Tangerang bela Mbah Moen Zubair/Trustkota

TRUSTKOTA TANGERANG- Ratusan santri Kabupaten Tangerang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bawaslu Kabupaten Tangerang, Jumat (15/2/2019).

Dalam aksinya, santri membawa foto bergambar politisi Gerindra Fadlizon dan bertulis kecaman terhadap Wakil Ketua DPR tersebut.

“Kata-kata Fadlizon dalam puisinya telah melukai santri. Lantaran menghina Kiai Mbah Moen Zubair,” ujar Anwari, koordinator aksi.

Anwari menegaskan, santri se Kabupaten Tangerang mengecam keras dan mendesak Fadlizon meminta maaf kepada Mbah Moen.

“Kami minta Bawaslu Kabupaten Tangerang memberikan rekomendasi atau sanksi kepada Bawaslu pusat. Karena Fadlizon itu Timses salah satu kandidat Pilpres juga Caleg DPR RI,” tukasnya.

Aktivis Muda NU Khoirun Huda menilai Fadzlizon telah menabrak kesopanan dan kesantunan. “Fadlizon kami nilai tidak beradab,” tegas Khoirun Huda.

Lanjut Huda, sebagai Pimpinan DPR, seharusnya Fadlizon tidak membuat kegaduhan dan melukai kiai NU. “Ketahuilah ada 7 juta santri di Indonesia ini yang terluka karena ulah Fadlizon,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Tangerang Andi Irawan mengatakan, pihaknya akan menampung dan mengkaji aspirasi dari santri Kabupaten Tangerang.

“Tentu kami akan menyampaikan berbagai tuntutan santri dan berkoordinasi dengan Bawaslu Provinsi Banten untuk disampaikan ke pusat,” pungkasnya.

Perlu diketahui, Fadlizon pernah membuat puisi ‘ doa yang tertukar’ yang penuh kontrovesi. (joe/red)