Bea Cukai Soeta Amankan Narkotika Senilai 15 Milyar

Bea Cukai Soeta Amankan Narkotika Senilai 15 Milyar, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Bea Cukai Soeta Amankan Narkotika Senilai 15 Milyar, Berita692

Bea Cukai Soeta Amankan Narkotika Senilai 15 Milyar, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Bea Cukai Soeta Amankan Narkotika Senilai 15 Milyar, 692, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Bea Cukai Soeta Amankan Narkotika Senilai 15 Milyar

Para tersangka, saat di Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta Tangerang.
Para tersangka, saat di Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta Tangerang.

TRUSTKOTACOM – Petugas Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta (Soeta) Tangerang, bersama dengan Satnarkoba Polres Bandara Soekarno Hatta, BNN, serta Bareskrim Polri, berhasil mengungkap 6 kasus upaya penyelundupan Narkotika jenis Methamphetamine, Methylone dan Ketamine.

Dari pengungkapan 6 kasus tersebut, petugas berhasil mengamankan 8.212 gram Methamphetamine, 4.094 gram Methylone serta 948 gram Ketamine, dengan estimasi nilai barang keseluruhan sebesar Rp 10,4 Milyar.

Dan para tersangka masing-masing, 3 orang pria Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial, IG (74), I dan AR, seorang perempuan WNI berinisial DO, laki-laki WN Nigeria berinisial EN alias R, WN Jerman berinisial MT (49), perempuan asal China berinisial LY (31), dan WN Thailand berinisial CP (25).

“Modus kasus pertama, disembunyikan didalam 4 kemasan produk kimia merk Metal Corrosion Inhibitor. Kasus kedua, ketiga dan yang kelima sama, yakni didalam dinding koper palsu, kasus ke empat didalam gagang koper bagasi. Sementara, kasus keenam dengan cara disembunyikkan dalam kemasan teh,” kata Kepala Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Okto Irianto.

Okto menjelaskan, ke-enam kasus tersebut terjadi dalam rentang waktu sejak 15 hingga 24 November 2013 lalu.

“Kasus pertama dan kelima, tersangka beserta barang bukti diserahkan kepada penyidik Satres Narkoba Polres Bandara, kasus kedua diserahkan ke Direktoriat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri. Kemudian, kasus  ketiga dan keempat diserahkan ke BNN RI, untuk pengembangan lebih lanjut,” urainya.

Untuk Methamphetamine sesuai Undang-undang no 35 tahun 2009, tentang narkotika tanggal 12 oktober 2009 merupakan kategori Narkotika golongan I, yakni pelanggaran pidana sesuai pasal 113 ayat 1 dan 2 dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 10 Milyar.

Sementara, untuk jenis ketamine dan Methylone merupakan sediaan farmasi yang peredarannya diatur dalam pasal 196 jo. 197 Undang-undang no 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman pidana paling lama 15 tahun kurungan penjara dan denda paling banyak Rp 1,5 Milyar. (ges)