Bea Cukai Amankan 3,5 Kilogram Sabu Senilai 4,8 Milyar

Bea Cukai Amankan 3,5 Kilogram Sabu Senilai 4,8 Milyar, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Bea Cukai Amankan 3,5 Kilogram Sabu Senilai 4,8 Milyar, Berita836

Bea Cukai Amankan 3,5 Kilogram Sabu Senilai 4,8 Milyar, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Bea Cukai Amankan 3,5 Kilogram Sabu Senilai 4,8 Milyar, 836, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Bea Cukai Amankan 3,5 Kilogram Sabu Senilai 4,8 Milyar

Para tersangka penyelundup narkotika jenis sabu.
Para tersangka penyelundup narkotika jenis sabu.

TRUSTKOTACOM – Dalam dua pekan terakhir ini, Petugas Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta (Soeta), Tangerang bersama Jajaran Satuan Narkoba Polres Bandara Soekarno-Hatta dan Badan Narkotika Nasional (BNN), berhasil menggagalkan 4 kasus upaya penyelundupan sabu seberat 3,5 kilogram senilai Rp 4,8 Milyar.

Plh. Kepala Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Purwidi mengatakan, Kasus pertama terjadi pada 20 Agustus 2013, yaitu sebuah paket dari Guangzhou China, berupa peti yang berisi lampu mobil. Petugas yang curiga langsung memeriksa paket tersebut dan ternyata benar ada 1.582 gram sabu atau senilai Rp 2,1 miliar.

“Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, diketahui penerima paket tersebut seorang warga Negara Indonesia (WNI) berinisial RS. Selanjutnya, Petugas langsung menangkapnya kemudian berhasil menangkap lagi enam orang tersangka lainnya dengan inisial AS, YM, RA, KH, K dan AD,” kata Purwidi, Rabu (11/09/2013).

Lebih lanjut, Purwidi menjelaskan, dalam kasus kedua, seorang wanita warga negara Indonesia (WNI) berinisial LS (29), pada 29 Agustus 2013, tertangkap tangan saat mengambil tas koper berisi 1.030 gram sabu yang dikirim melalui pesawat Garuda Indonesia (GA 899) rute Gungazhou-Jakarta.

“Barang itu diambil saat tiba di Terminal II D, sekitar pukul 17.00 WIB. Nilai estimasi sabu tersebut sekitar Rp 1,3 miliar,” terangnya.

Sementara, dalam kasus ketiga dan keempat, dilakukan dengan pelaku yang sama-sama Warga negara (WN) India berinisial RV dan BS. Modusnya pun sama, yaitu sabu diselundupkan di dalam alas sandal yang dipakainya.

“RV ditangkap pada 30 Agustus di Terminal 2D setelah menumpangi pesawat Singapore Airlines (SQ-952) rute India-Jakarta, dia membawa 478 gram sabu dengan nilai estimasi Rp645 juta. Sementara BS ditangkap 1 September setelah menumpangi pesawat yang sama. Dia membawa sabu dengan jumlah sedikit lebih banyak yakni 498 gram, nilainya 672 gram,” paparnya.

Humas Badan Narkotika Nasional Sumirat mengatakan, kasus ketiga dan keempat diduga merupakan satu jaringan. Pasalnya mereka berasal dari negara yang sama.

“Bisa jadi mereka satu jalur. Namun satu sama lain tidak saling mengenal, karena modus operandi yang dipakainya sama persis. Sampai saat ini kami juga masih terus menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait baik didalam dan luar negeri. Untuk upaya memangkas jaringan peredaran narkotika internasional,” pungkasnya. (ges)