BBKP Soetta Musnahkan Belasan Komuditi Pertanian dan Hewan Berbahaya

BBKP Soetta Musnahkan Belasan Komuditi Pertanian dan Hewan Berbahaya, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, BBKP Soetta Musnahkan Belasan Komuditi Pertanian dan Hewan Berbahaya, Berita838

BBKP Soetta Musnahkan Belasan Komuditi Pertanian dan Hewan Berbahaya, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, BBKP Soetta Musnahkan Belasan Komuditi Pertanian dan Hewan Berbahaya, 838, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, BBKP Soetta Musnahkan Belasan Komuditi Pertanian dan Hewan Berbahaya

Pemusnahan berbagai bibit pertanian dan hewan berbahasa di Bandara Soetta (Sintia/TRUSTKOTA.com)
Pemusnahan berbagai bibit pertanian dan hewan berbahasa di Bandara Soetta (Sintia/TRUSTKOTA.com)

TRUSTKOTA TANGERANG – Sebanyak 15.095 batang bibit anggrek ilegal asal Filipina dimusnahkan dengan cara dibakar oleh Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Kamis (31/8/2017).

Pemusnahan tersebut merupakan hasil ungkap yang dilakukan BBKP Bandara Soetta dalam kurun waktu April sampai Agustus 2017.

Kepala BBKP Bandara Soekarno Hatta Eliza  Suryati Roesli mengatakan, bibit anggrek tersebut mengandung Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) A1 golongan I yakni bakteri dickeya chrysanthemi.

“Ya, artinya bibit anggrek yang bernilai ratusan juta rupiah ini belum ada di Indonesia dan tidak dapat dibebaskan dengan cara perlakuan,” kata Eliza.

Bakteri tersebut dapat menyebabkan penyakit busuk lunak pada tanaman anggrek yang dapat ditularkan melalui benih, sisa-sisa tanaman, tanah dan air irigasi.

“Ini sangat berbahaya karena dapat mengancam pertanaman anggrek dan juga tanaman lainnya jika beredar di Indonesia,” jelasnya.

Selain bibit anggrek, BBKP juga memusnahkan komoditas lainnya, diantaranya rice seed sample dari Filipina, sorghum seeds dari Taiwan, benih barang, kacang, cabai, rumput, kedelai dan jagung yang sebagian berasal dari Tiongkok, dan masih banyak lagi jenis komoditi lainnya.

Tak hanya itu, BBKP juga turut memusnahkan beberapa jenis hewan yang dianggap berbahaya, yakni 3.314 ekor anak ayam asal Amerika Serikat yang telah mati di perjalanan serta 286 kilogram daging ayam dari Tiongkok dan Korea, daging babi dan daging olahan asal Tiongkok dan Vietnam serta daging wagyu dari Jepang.

“Komoditas tersebut juga dimusnahkan karena tanpa dokumen persyaratan dari negara asal. Berasal dari daerah yang dilarang pemasukannya. Selain itu beberapa diantaranya mengandung OPTK dari hasil uji lab,” pungkasnya. (chy/red)