Bazar di Mardigrass Ganggu Kenyamanan, Pihak Citra Raya Dinilai Abai

Bazar di Mardigrass Ganggu Kenyamanan, Pihak Citra Raya Dinilai Abai, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Bazar di Mardigrass Ganggu Kenyamanan, Pihak Citra Raya Dinilai Abai, Berita108

Bazar di Mardigrass Citra raya
Bazar di Mardigrass Citra raya

TRUSTKOTA TANGERANG – Keberadaan Bazar atau pasar malam di kawasan Mardigrass, Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, dinilai mengganggu kenyamanan penghuni kantor yang ada di kawasan tersebut.

Sejumlah pemilik dan penghuni kantor yang berada di Ruko Mardigrass mengaku terganggu karena halaman kantor yang biasa menjadi tempat parkir kendaraanya dipenuhi oleh deretan stand pedagang.

“Mau tidak mau terpaksa kami harus nyari parkiran di tempat lain yang lumayan jauh dari kantor. Ya jelas kalau seperti ini kami merasa terganggu dengan keberadaan bazar ini,” kata Anggi Muda (30) salah seorang penghuni kantor di ruko Mardigraas, Selasa (16/5/2017) malam.

Menurut Anggi, sebelum mendirikan stand semestinya pengelola bazar juga harus memperhatikan kondisi sekitar, bukan hanya memikirkan kepentinganya saja. Sehingga keberadaan bazar tersebut tidak sampai mengganggu ketertiban dan kenyamanan orang lain yang melakukan aktivitas di kawasan tersebut.

“Tanpa permisi, mereka seenaknya mendirikan stand di halaman kantor kami. Harusnya jangan begitu dong, kan kami juga punya hak. Kalau seperti ini, kami jadi ga nyaman,” cetus Anggi.

Hal yang sama juga diungkapkan Chuni Hermansyah, salah seorang pemilik kantor di Ruko Mardigrass. Ia menjelaskan, halaman Kantor merupakan fasilitas parkir yang disediakan pengembang untuk konsumen, dalam hal ini yakni pemilik Ruko.

Untuk itu, katanya, pengelola bazar jangan seenaknya saja mendirikan stand di halaman kantor untuk digunakan pedagang, apalagi tanpa permisi terlebih dahulu kepada pemilik Ruko.

“Keberadaan Bazar yang tidak memperdulikan dampak sekitar ini tentunya sangat mengganggu ketertiban dan kenyamanan pemilik maupun penghuni kantor di kawasan Ruko Mardigraas,” ujarnya.

Selain tidak bisa memarkirkan kendaraan di halaman kantor karena dipenuhi stand. Ia juga merasa terganggu oleh suara bising musik yang diputar pedagang tanpa henti.

“Pengelola bazar hanya memikirkan keuntungan semata namun tidak memperdulikan dampak sekitarnya. Pengembang Citra Raya harus tanggung jawab,” tandas Chuni.

Chuni juga menyayangkan pihak manajemen Citra Raya yang telah mengizinkan pelaksanaan bazar tersebut. Menurutnya, keberadaan bazar di kawasan Mardigraas itu tentunya atas izin dari pihak Citra Raya.

“Pihak Citra Raya harusnya lebih memperhatikan kenyamanan konsumen, dalam hal ini pemilik Ruko. Bukan malah mendatangkan kegiatan yang justru merugikan seperti ini. Dengan kondisi seperti ini kami merasa tidak nyaman, hak-hak kami terabaikan. Untuk itu, saya akan pertanyakan semua ini ke Pihak Citra Raya,” pungkasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi perihal izin kegiatan Bazar tersebut, Camat Panongan Prima Saras Puspa mengaku tidak tahu menahu.

Menurut Prima, segala sesuatu kegiatan yang dilaksanakan di sebuah kawasan pengembang, termasuk bazar di Mardigraas tidak perlu ada izin dari pihak pemerintah setempat.

“Kegiatan bazar itu berlangsung di sebuah kawasan, jadi tidak perlu ada izin dari pihak Kecamatan,” kata Prima Saras Puspa melalui telpon selulernya, Selasa 16 April 2017. (Tkc)

www.trustkota.com
www.trustkota.com
www.trustkota.com
www.trustkota.com
www.trustkota.com