Bawa Ekstasi Seniali 5 Miliar, Pria Asal Malaysia Ditangkap

Bawa Ekstasi Seniali 5 Miliar, Pria Asal Malaysia Ditangkap, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Bawa Ekstasi Seniali 5 Miliar, Pria Asal Malaysia Ditangkap, Berita449

Bawa Ekstasi Seniali 5 Miliar, Pria Asal Malaysia Ditangkap, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Bawa Ekstasi Seniali 5 Miliar, Pria Asal Malaysia Ditangkap, 449, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Bawa Ekstasi Seniali 5 Miliar, Pria Asal Malaysia Ditangkap

Tersangka  KC (37) dan GB (51) pria asal WN Malaysia, saat di Kantor Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.
Tersangka KC (37) dan GB (51) pria asal WN Malaysia, saat di Kantor Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

TRUSTKOTACOM – Dua orang pria asal Warga Negara (WN) Malaysia, berinisial KC (37) dan GB (51), berhasil diamankan petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang, karena kedapatan membawa 14.440 butir ekstasi senilai 5 miliar, di dalam tiga buah kotak susu.

“Terungkapnya upaya penyelundupan narkoba itu  berkat kecurigaan petugas terhadap dua pria WN Malayasia, penumpang pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan AK-1380 rute Malaysia-Jakarta, yang mendarat di Terminal III,  Bandara Soekarno-Hatta, pada Rabu (17/07/2013) sekitar pukul 08.00 WIB,” kata Kepala Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Okto Irianto.

Setelah melalui analisa intelijen dan profiling, petugas kemudian melakukan pemeriksaan mendalam terhadap barang bawaan kedua WN Malaysia tersebut.

“Pada saat petugas memeriksa koper, petugas  menemukan tiga  kotak susu dan didalam setiap kotak susu terdapat satu bungkus ekstasi warna hijau dan warna putih.

Sementara, Wakasat Narkoba Polres Bandara Soekarno-Hatta, AKP Subakti mengatakan, pihaknya masih akan melakukan pengembangan terhadap penangkapan ekstasi merek VW jumlahnya 6.747 butir dan warna putih merk dolphine jumlahnya 7.693 butir itu. “Kita kembangkan dulu akan kemana barang haram tersebut diterima,” paparnya. (ges)