Bawa Celurit Bak di Film Gengster, 10 Pemuda Ditangkap Polisi

Bawa Celurit Bak di Film Gengster, 10 Pemuda Ditangkap Polisi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Bawa Celurit Bak di Film Gengster, 10 Pemuda Ditangkap Polisi, Berita646

Berbagai jenis senjata tajam yang di bawa puluhan anggota Gengster di Jalan Taruna Raya, kelurahanBabakan, Kota Tangerang.(ist)abakan
Berbagai jenis senjata tajam yang di bawa puluhan anggota Gengster di Jalan Taruna Raya, kelurahanBabakan, Kota Tangerang.(ist)abakan

TRUST TANGERANG – Sebanyak Sepuluh orang pemuda yang masih berstatus pelajar, digelandang aparat ke Mapolres Metro Tangerang.

Bukan tanpa sebab, mereka diamankan di Jalan Perintis Kemerdekaan Gang Taruna Raya, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Banten dengan membawa berbagai jenis senjata tajam.

Kapolresetro Tangerang, Kombes Deonijiu De Fatima menjelaskan, ke sepuluh pemuda tersebut masing-masing adalah RNJ.,APR,MRP, IDM, TB, MP, MSM,WR,SJ dan MSR tengah mencari mangsa atau korban secara acak di TKP.

 

“Mereka ini sudah masuk kategori gengster. Dari sepuluh pemuda ini, tiga diantaranya masih dibawah umur dan duduk dibangku sekolah menengah atas (SMA) serta perguruan tinggi,” ungkap Kombes Deonijiu De Fatima, Kamis (4/3/2021).

 

Sedangkan tujuh orang lainnya, tambah Kapolrestro, putus sekolah dan berstatus pengangguran. Mereka kata dia, digelandang ke Polres Metro Tangerang pada Minggu (28/2) dini hari, karena selain akan mencari korban secara acak, juga janjian dengan genkster asal Jakarta untuk melakukan tawuran di wilayah tersebut

 

Hal itu terkuak melalui media sosial instagram yang ada di handphonenya. ” Jadi, selain janjian tawuran, mereka juga akan mencari korban secara acak,” kata Kapolrestro.

 

Dalam pesan di medsos itu, imbuh Kapolrestro, sangat sadis. Selain harus merusak, juga akan melukai korbannya.

 

Akibatnya, kata Kapolrestro, pemuda tersebut dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 Undang Undang Darurat tahun 1951 dan Pasal 2 UU No 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. (SM/red)