Baperjakat Pertimbangkan Usulan Lelang Jabatan

Baperjakat Pertimbangkan Usulan Lelang Jabatan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Baperjakat Pertimbangkan Usulan Lelang Jabatan, Berita848

Baperjakat Pertimbangkan Usulan Lelang Jabatan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Baperjakat Pertimbangkan Usulan Lelang Jabatan, 848, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Baperjakat Pertimbangkan Usulan Lelang Jabatan

Kabupaten Pandeglang
Kabupaten Pandeglang

TRUSTKOTACOM – Ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kabupaten Pandeglang, Dodo Djuanda mengatakan, pernyataan anggota Komisi I DRPD Pandeglang, Maman Lukman yang menyarankan ada lelang jabatan dan fit and proper test pada setiap calon pegawai yang akan menduduki sebuah jabatan, bisa terima.

Namun kata dia, sebelum lebih jauh ke arah sana, pihaknya terlebih dahulu harus melihat pada aturan hukumnya. “Usulan itu boleh-boleh saja dan sangat bagus, namun tentu semuanya harus kembali pada aturan. Kita lihat dulu, apakah hal tersebut diperbolehkan oleh undang-undang atau justru sebaliknya,” terang Dodo Djuanda melalui sambungan telepon kepada Trustkota.Com, Kamis (07/02/2013).

Kata dia, jika konsep lelang jabatan diberlakukan, maka secara otomatis akan berdampak pada penambahan anggaran. Sebab, jika proses lelang jabatan dan fit and proper test diberlakukan maka dibutuhkan waktu, tenaga dan biaya yang tidak sedikit. “Tentu akan berdampak pada alokasi anggaran baru untuk menyelenggarakan tes calon pegawai atau pejabat,” jelasnya.

Saat disinggung mengenai dugaan adanya intervensi politik dalam penempatan pegawai, Dodo membantahnya. Menurutnya, dalam melakukan penilaiam Baperjakat tidak tercampuri oleh kepentingan politik siapa pun.

Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Pandeglang, Maman Lukman mengungkapkan, sistem penilaian dan perekrutan pegawai yang saat ini diterapkan, masih kurang efektif dan hanya menjadi perspektif negatif dari semua pihak.

“Jika prosesnya masih menggunakan sistem seperti sekarang ini,  saya rasa itu hanya akan terus menimbulkan su’udzon (pemikiran negatif, red) dari semua pihak,” ungkap politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.

Untuk itu, ujarnya, perlu dilakukan fit and proper test  untuk mengetahui sejauh mana kualitas, kapasitas dan kapabilitas calon pegawai yang akan menduduki suatu jabatan. “Jujur saat ini indikator penilaian pegawai dari bupati dan Baperjakat masih abu-abu, lebih mengedepankan faktor kedekatan politis serta like and dislike saja. Karena itu kami mendorong Bupati Pandeglang dan Baperjakat untuk segera merealisasikan konsep lelang jabatan melalui tahapan fit and proper test yang dilakukan secara terbuka dan dinilai secara independen,” katanya. (Ruk)