Banyak Pengembang di Kabupaten Tangerang Belum Serahkan Fasos-fasum

Banyak Pengembang di Kabupaten Tangerang Belum Serahkan Fasos-fasum, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Banyak Pengembang di Kabupaten Tangerang Belum Serahkan Fasos-fasum, Berita331

Banyak Pengembang di Kabupaten Tangerang Belum Serahkan Fasos-fasum, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Banyak Pengembang di Kabupaten Tangerang Belum Serahkan Fasos-fasum, 331, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Banyak Pengembang di Kabupaten Tangerang Belum Serahkan Fasos-fasum

Ketua F-PD DPRD Kabupaten Tangerang, M Nawa Said Dimyati.
Ketua F-PD DPRD Kabupaten Tangerang, M Nawa Said Dimyati.

TRUSTKOTACOM-Komisi I DPRD Kabupaten Tangerang, meyakini masih banyak pengembang di Kabupaten Tangerang belum menyerahkan fasos fasum. Komisi I berencana secepatnya memanggil dan meminta dinas terkait untuk meminta data pengembang yang sudah menyerahkan fasos-fasum dan pengembang yang belum menyerahkan.

“Ya kita kerap menerima informasi masih banyak pengembang yang belum menyerahkan fasos-fasum. Berapa jumlah pengembang yang belum menyerahkan, , kita belum tahu pasti dan segera akan kita cek. Secepatnya kita akan memanggil dan meminta data kepada Dinas Pendapatan dan Aset Daerah (Dispenda),” kata Nawa Said Dimyati, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Tangerang, Kamis (28/11/2013).

Menurut Nawa, memang seharusnya para pengembang menyerahkan fasos-fasum sebelum membangun sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda), Kabupaten Tangerang. Lanjut Nawa, jika ada pengembang yang belum menyerahkan fasos-fasum, itu wajib ditelusuri karena dikhawatirkan beralih fungsi menjadi lahan produktif.

“Jika fasos-fasum beralih menjadi lahan produktif itu tidak benar dan bisa pidana. Sebenarnya ketika pengembang menyerahkan site plain (Gambar), saat mengajukan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), itu berikut lahan fasos-fasumnya. Kita juga akan minta gambar ke Dinas Tata Ruang,” tegas Nawa. (cun)