Heboh, Bantuan Sapi dari Kementerian Pertanian di Jual

Heboh, Bantuan Sapi dari Kementerian Pertanian di Jual, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Heboh, Bantuan Sapi dari Kementerian Pertanian di Jual, Berita872

Heboh, Bantuan Sapi dari Kementerian Pertanian di Jual, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Heboh, Bantuan Sapi dari Kementerian Pertanian di Jual, 872, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Heboh, Bantuan Sapi dari Kementerian Pertanian di Jual

Kelompok Tani Mulya Jati Ketika Sedang Rapat  Membahas soal  Bantuan Sapi dari kementrian Pertanian
Kelompok Tani Mulya Jati Ketika Sedang Rapat Membahas soal Bantuan Sapi dari kementrian Pertanian

LEBAK TRUSTKOTA- Pengelolaan bantuan sapi dari Kementrian Pertanian RI tahun anggaran 2011, yang dikelola oleh kelompok Tani Mulya Jati, Desa Jati Mulya, Kecamatan Rangkasbitung diduga bermasalah.

Pasalnya, bantuan 30 ekor sapi tersebut, saat ini keberadaanya hanya tinggal 12 ekor.  Sisanya kini dipertanyakan ? Informasi yang didapat trustkota.com, bantuan sapi tersebut di jual oleh oknum pengelola sebanyak 10 ekor, dengan nilai jual seharga Rp 105 juta, tanpa melibatkan anggota lainnya .

” Kami selaku pengurus dan anggota yang lainnya kelompok tani Mulya Jati, dalam hal mendapat bantuan sapi ini tidak libatkan langsung ,” Ujar bendahara Kelompok Tani Mulya Jati, Surif didampingi sekertarisnya Sabrawi, di kediaman Ketua Kelompok tani Mulya Jati, Yanto, Minggu (03/08/2014) .

Surif dan Sabrawi juga menjelaskan, keterlibatan dirinya dalam penjualan sapi tersebut, hanya sebatas mengantarkan sapi itu ke mobil truk, karena sapi itu akan dibawa dan  di jual serta dibeli oleh orang Cengkareng, Tangerang.

” Memang sih, selama tiga tahun berjalan ini, kami menerima uang dari kelompok sebesar Rp 500 ribu / tahun. Dan kami hanya menerima selama dua tahun saja, katanya uang itu juga sebagai uang SHU ,” terangnya.

Sementara itu, Ketua kelompok Tani Mulya Jati Yanto didamping manajer pengelolaan sapi ternak kelompok tani Fitri mengatakan, pihaknya mengakui sapi-sapi yang saat ini sudah tidak ada itu, telah dijual dengan dalih untuk membeli pakan ternak.

” Terkait dengan pemindahan sisa sapi yang ada saat ini, kemanapun dipindahkan tempatnya, itu kewenangan saya. Anggota kelompok tidak perlu tahu, karena dipindahkan itu untuk memudahkan pakan ternaknya dan ada yang menyediakan kandang secara cuma-cuma alias gratis,” kilah Fitri.

Sementara itu, Pjs Kepala Desa Jati Mulya Erus mengaku, tidak mengetahui adanya bantuan sapi dari Kementrian Pertanian. Namun demikian pihaknya mengaku pernah menandatangani proposal pembuatan kelompok tani tersebut. (Sup)