Bank Muamalat Serang Kecewakan Nasabah

Bank Muamalat Serang Kecewakan Nasabah, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Bank Muamalat Serang Kecewakan Nasabah, Berita639

Bank Muamalat Serang Kecewakan Nasabah, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Bank Muamalat Serang Kecewakan Nasabah, 639, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Bank Muamalat Serang Kecewakan Nasabah

Serang-20141014-00331

LEBAK TRUSTKOTA – Nasabah Bank Muamalat Cabang Serang mengaku kecewa dengan kebijakan  pihak Bank tersebut. Pasalnya, ketika akan melakukan pelunasan pinjaman (kredit), kewajiban yang harus dibayar (pelunasan-red) melebihi pinjaman pokok. Padahal nasabah tersebut sudah mengangsur selama dua tahun.

“Waktu itu, kalau tidak salah maret 2012, pinjamannya (kredit_red) Rp 250 juta, sudah diangsur selama dua tahun, dan saat itu yang keterima hanya Rp 226 juta.  Tapi ketika akan melunasi harus bayar Rp 249  juta. Itu artinya selama dua tahun mencicil dengan ansuran sekitar Rp 3,3 juta/ bulan nasabah tersebut  hanya membayar Rp 1 juta  pokok pinjamannya.  Kalau begitu caranya , tak ubahnya aja ini  dengan pinjam ke rentenir,” Ujar Awaludin keluarga nasabah Bank Muamalat Cabang Serang, Selasa (14/10/2014)

Alasan pihak Bank, kata Awaludin, karena keluarganya yang menjadi nasabah bank tersebut sempat menunggak enam bulan dikenakan denda margin sebesar Rp 18 jutaan. Selain itu ada dikenakan denda restrukturisasi (revisi) sepihak tanpa persetujuan nasabah sebesar Rp 7 jutaan.

“Ternyata Bank yang namanya Islami tak menjamin kebijakannya seperti Islami. Ini perhatian buat masyarakat, cukup kita tahu dan mudah-mudahan sebatas keluarga saya saja yang mengalaminya,” kata Awaludin.

Endang  marketing bagian kredit nunggak  Bank Muamalat mengatakan, semua itu sudah menjadi peraturan pihak Banknya. Memang , kata Endang bisa saja, denda margin itu bisa ada kebijakan lain. Karena prosesnya harus diajukan ke kantor pusat, tentunya tidak bisa diburu-buru dan membutuhkan waktu maksimal setengah bulanan.

“Kalau kebijakan soal ada denda revisi , kami bisa ambil tindakan langsung. Karena pihak cabang juga mempunyai kebijakan sendiri,” kilahnya pada wartawan.(RIZ)