Balon Walikota dan Massanya Geruduk Kantor DPC Hanura

Balon Walikota dan Massanya Geruduk Kantor DPC Hanura, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Balon Walikota dan Massanya Geruduk Kantor DPC Hanura, Berita805

Balon Walikota dan Massanya Geruduk Kantor DPC Hanura, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Balon Walikota dan Massanya Geruduk Kantor DPC Hanura, 805, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Balon Walikota dan Massanya Geruduk Kantor DPC Hanura

Hanura

TRUSTKOTACOM – Bakal Calon (Balon) Walikota/Wakil Walikota Tangerang, Ahmad Marju Kodri (AMK), bersama puluhan pendukungnya, Rabu (19/2013), mengamuk di  Kantor Sekretariat DPC Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) di Ruko Liga Mas, Jalan Imam Bonjol, Karawaci, Kota Tangerang. AMK dan massanya, tidak terima karena DPP Hanura mencabut dukungan terhadap AMK.

AMK dan massanya tampak emosi saat Ketua DPC Hanura Eddy Mahpudin, menjelaskan rekomendasi pencabutan terhadap AMK. AMK dan massanya langsung meminta Eddy membuat surat pernyataan berisi DPC Hanura tidak akan mendaftarkan calon walikota dan wakil walikota lain selain Marju Kodri sebelum Tanggal 20 Mei 2013.

Berada di lingkaran massa yang tengah kalap, Edy bersama Sekretaris DPC Arif Fadilah menandatangani surat pernyataan yang diminta AMK dan massanya.”Saya merasa DPC Hanura Kota Tangerang, memberikan informasi yang tidak pas kepada DPP. Sehingga, DPP mengalihkan dukungannya,” kata AMK kepada wartawan.

Sementara itu, Eddy mengatakan, rekomendasi pencabutan AMK dari DPP Hanura diterimanya pada Selasa (18/06/2013) malam. Melihat isi, rekomendasi pencabutan dan pengalihan dukungan oleh DPP terhadap calon lain, dikarenakan AMK tidak lolos verifikasi  partai non parlemen yang dilakukan oleh KPU Kota Tangerang.

“Kelengkapan AMK di KPU masih ada yang kurang seperti jumlah dukungan suara dan administrasi. DPP Partai Hanura tidak mau ambil risiko sampai di akhir pencalonan, hingga DPP akhirnya mengambil keputusan dengan mengeluarkan surat itu,” pungkasnya.  (ges)