Atut Tanggapi Pernyataan Pencabutan Dukungan PDI-Perjuangan

Atut Tanggapi Pernyataan Pencabutan Dukungan PDI-Perjuangan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Atut Tanggapi Pernyataan Pencabutan Dukungan PDI-Perjuangan, Berita999

Atut Tanggapi Pernyataan Pencabutan Dukungan PDI-Perjuangan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Atut Tanggapi Pernyataan Pencabutan Dukungan PDI-Perjuangan, 999, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Atut Tanggapi Pernyataan Pencabutan Dukungan PDI-Perjuangan

Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah
Gubernur Banten Hj. Ratu Atut Chosiyah

TRUSTKOTACOM – Ancaman DPD PDI P Banten yang akan mencabut dukungan terhadap pemerintahan Atut-Rano akhirnya direspon Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Atut mempertanyakan balik alasan pencabutan dukungan itu, jika kinerja yang dipersoalkan, Atut meminta kepada Ketua DPD PDI P Banten Ribka Tjiptaning untuk mengevaluasi anggotanya di DPRD Banten.

“Kinerja ibu, kinerja PDI Perjuangan juga, Soal kinerja itu diukur dari APBD dan itu diawasi oleh DPRD, semua itu tidak terlepas dari DPRD, dari badgeting, pengawasan dan lainnya. Ibu Ribka harus evaluasi anggotanya di DPRD,” katanya usai rakor penanganan banjir dengan kabupaten/kota se-Banten di pendopo Gubernur Banten Rabu, (16/01/2013).

Kalau PDI P menganggap kinerja Pemprov Banten tidak memuaskan, maka menurut Atut, bukan hanya Rano yang salah, tetapi dua lembaga yaitu Pemprov dan DPRD Banten dimana didalamnya terdapat Fraksi PDI P. “APBD itu bukan hanya hasil eksekutif, tapi juga dewan, kalau dianggap tidak baik kinerjanya selama satu tahun, maka kedua lembaga yang itu yang terkait,” jelasnya.

Ditanya apakah ia kecewa dengan sikap DPD PDI P Banten, Atut mengaku tidak mau mengatakan kecewa terlebih dahulu. Namun ia berharap pencabutan dukungan itu tidak terjadi.

“Adapun ada hal yang dianggap salah dan keliru, mestinya kami diundang bicara dulu, diingatkan. Karena Rano kader PDI P, Kalau ada yang ingin disampaikan kenapa tidak komunikasikan, tiba-tiba dicabut,” katanya.

Padahal menurutnya, beberapa hari yang lalu ia mengundang seluruh partai pengusung dan pendukungnya. “Kemarin baru rapat tidak ada suara apa-apa. Sekarang tiba-tiba dicabut,” ungkapnya.

Ia juga mengaku heran kalau sampai PDI P mencabut dukungannya, padahal Rano adalah kader murni PDI P yang dicalonkan sebagai Wakil Gubernur Banten mendampingi dirinya.

“Logikanya, kenapa ibu tidak dipanggil kalu mau cabut. Yang keluarkan surat dukungan itu DPP bukan DPD, kalau ada pencabutan itu DPP, karena yang tandatangan dukungan juga ketua DPP berdasarkan hasil Rakerdasus, Teu ngarti ibu mah (Tidak mengerti ibu mah-red),” tegasnya.

Ancaman DPD PDI P Banten sendiri nampaknya hanya gertakan belaka. Terbukti, saat ditanya jadi tidaknya PDI P menarik dukungan kepada Atut-Rano, Ketua DPD PDI P Banten Ribka Tjiptaning mengatakan bahwa yang dilakukannya hanya evaluasi pertama dan lampu kuning bagi pasangan Atut – Rano.

“Pencabutan dukungan tidak harus tertulis, ini hanya politis saja, ini evaluasi pertama, ini lampu kuning bagi pemerintahan Atut-Rano,” katanya dalam konferensi pers yang digelar di DPD PDI P Banten Rabu, (16/1/2013).

Ia mengaku, bukan hanya Rano yang diperingatkan, tetapi secara umum pemerintahan Provinsi Banten dimana didalamnya terdapat Gubernur Banten Atut. Karenanya, ia meminta jangan membenturkan dirinya dengan Rano. “Perlu ditegaskan, ini koalisi Atut-Rano, Apapun itu, Atut bagian dari pemerintahan,” tegasnya. (mb/red)