Arief Serius Tangani Masalah Kematian, RS Yang Tidak Sejalan Akan Ditutup

Arief Serius Tangani Masalah Kematian, RS Yang Tidak Sejalan Akan Ditutup, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Arief Serius Tangani Masalah Kematian, RS Yang Tidak Sejalan Akan Ditutup, Berita438

Arief Serius Tangani Masalah Kematian, RS Yang Tidak Sejalan Akan Ditutup, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Arief Serius Tangani Masalah Kematian, RS Yang Tidak Sejalan Akan Ditutup, 438, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Arief Serius Tangani Masalah Kematian, RS Yang Tidak Sejalan Akan Ditutup

 pengukuhan Kelompok Kerja (Pokja) Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir, Selasa (18/08) di Ruang Akhlakul Kharimah, Puspem Tangerang.(Foto : Mus Mulyadi/Trustkota.com)
 pengukuhan Kelompok Kerja (Pokja) Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir, Selasa (18/08) di Ruang Akhlakul Kharimah, Puspem Tangerang.(Foto : Mus Mulyadi/Trustkota.com)

TANGERANG TRUSTKOTA- Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah kini tengah serius menekan dan menghapus angka kematian  Ibu dan Anak di Kota Tangerang. Seluruh rumah sakit di Kota Tangerang berkomitmen mengatasi persoalan ini. Arief juga mengancam rumah sakit yang tidak

“Pemerintah Kota Tangerang tidak segan akan menutup Rumah Sakit (RS) yang tidak memiliki komitmen dalam mengurangi angka kematian ibu dan bayi baru lahir,” Tegas Arief saat pengukuhan Kelompok Kerja (Pokja) Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir, Selasa (18/08) di Ruang Akhlakul Kharimah, Puspem Tangerang.

Menurut Arief, pihaknya sudah memerintahkan seluruh RS yang ada di Kota Tangerang, wajib memiliki sarana untuk menurunkan dan meniadakan kematian angka ibu dan anak, baik itu sarana Nicu maupaun tenaga ahlinya

“Untuk mengantisipasi adanya RS yang membandel, dinas terkait untuk melakukan pengecekan langsung ke seluruh RS yang ada di Kota Tangerang,” perintah Arief.

Jika ada RS, ditemukan yang tidak sesuai prosedur, ia meminta agar melaporka. Kepadanya dan intansi terkait.

“Kita punya regulasinya, kita bisa cabut izin atau tutup RS ataupun klinik yang tidak mau memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat tangerang,” tegas Arief lagi.

Walikota juga meminta kepada seluruh RS agar menjadi pembina di wilayahnya masing – masing dalam hal kesehatan masyarakat.

” Saya tidak mau dengar lagi, orang Cipondoh dirujuk sampai ke Jatiuwung, kalau sampai masih ada, berikan laporan ke saya, kalau perlu saya tutup RSnya sekalian,” ungkapnya. (Mus/Red)