AP2 Pastikan Jaga Stabilitas Keamanan dan Kenyamanan Bandara

AP2 Pastikan Jaga Stabilitas Keamanan dan Kenyamanan Bandara, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, AP2 Pastikan Jaga Stabilitas Keamanan dan Kenyamanan Bandara, Berita957

AP2 Pastikan Jaga Stabilitas Keamanan dan Kenyamanan Bandara, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, AP2 Pastikan Jaga Stabilitas Keamanan dan Kenyamanan Bandara, 957, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, AP2 Pastikan Jaga Stabilitas Keamanan dan Kenyamanan Bandara

Senior General Manager Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bram Baroto Tjiptadi.
Senior General Manager Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bram Baroto Tjiptadi.

TRUSTKOTACOM – Pasca peristiwa kebakaran bus milik Lion air di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis (26/09/2013) kemarin, pengelola Bandara Soekarno Hatta Angkasa Pura (AP) 2, mendesak agar Vendor yang beroperasi di wiliyah tersebut, untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan bandara dengan menggunakan peralatan yang laik untuk di operasionalkan.

“Bandara ini tidak serta merta hanya di kelola oleh Angkasa Pura 2, mengingat banyak Vendor yang melakukan aktifitas di dalamnya, kita sudah melengkapi dan menyiapkan segela kemungkinan-kemungkinanya, namun musibah tidaklah bisa di cegah,” kata Senior GeneralĀ  Angkasa Pura 2 Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Bram Baroto Tjiptadi, Jumat (27/09/2013).

Menurutnya, para pelaku usaha di Bandara termasuk para Maskapai, mulai dari pesawat kendaraan pengangkut penumpang atau bus bahkan seluruh peralatannya, harus dapat mengikuti Standar Operasional Prosedur yang berlaku di Bandara.

“Jadi semua harus tanggung jawab, jangan hanya kita sebagai pengelola, vendor termasuk maskapai pun harus tunduk dan patuh pada SOP yang di berlakukan,” tegasnya.

Masih kata Bram, untuk mendisiplinkan seluruh elemen pelaku usaha dalam menjalankan SOP kerja, AP2 selalu melakukan pelatihan dan simulasi.

“Pelatihan bersama dengan para vendor juga maskapai kita berlakukan, sehingga mereka tidak kesulitan bila mana mengalami gangguan termasuk kebakaran dan kemana melakukan evakuasi. Makanya ketika bus Lion air terbakar, sang supir sudah tahu tempat mana yang dituju untuk meminimalisasi kebakaran,” terangnya.

Bram menambahkan, saat ini, kondisi pengawasan makin di perketat, seluruh kendaraan yang masuk kedalam air side semuanya harus melengkapi apar dan tersimpan dalam kendaraan.

“Kendaraan siapapun yang masuk ke dalam kawasan Bandara atau air side haru dilengkapi apar, jika tidak ada apar maka tidak akan mendapat ijin untuk masuk. Kami juga akan melakukan kordinasi dengan pihak Otoritas Bandara supaya memberikan informasi detail terkait kelaikan operasional peralatan vendor juga para maskapai yang tak laik beroperasi,” tukasnya.

Soal kebakaran Bus Lion air tersebut, dirinya mengaku kalau jajarannya sangat sigap dalam memberikan bantuan pemadaman api, hal ini berkait kesiap siagaan jajaran.

“Ini bukti Pentingnya pelatihan, petugas pemadam kebakaran bersikap responsif dan sigap dalam melakukan pertolongan dan pemadaman api,” pungkasnya. (ges)