Angka HIV/AIDS di Kabupaten Tangerang Mencapai 705 Kasus

Angka HIV/AIDS di Kabupaten Tangerang Mencapai 705 Kasus, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Angka HIV/AIDS di Kabupaten Tangerang Mencapai 705 Kasus, Berita362

Angka HIV/AIDS di Kabupaten Tangerang Mencapai 705 Kasus, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Angka HIV/AIDS di Kabupaten Tangerang Mencapai 705 Kasus, 362, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Angka HIV/AIDS di Kabupaten Tangerang Mencapai 705 Kasus

stop-hiv-logo

TRUSTKOTACOM – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat hinga Maret 2013 jumlah penderita  penyakit Human Immunodefeciency Virus (HIV) dan Acquired Immume Deficiency Syndrome (AIDS)(+) mencapai 705 kasus (46,64 persen) dari estimasi ODHA Kabupaten Tangerang 1.516 kasus. Untuk penderita HIV 222 kasus, dan AIDS (+) 484 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Dr Hj Yully  Senar Dewanti mengatakan kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Tangerang diketemukan sejak tahun 1998, kasus terbanyak di wilayah Kecamatan Kosambi dan beberapa wilayah lainnya. Penyebaran kasus HIV dan AIDS ini lebih banyak disebakan hubungan sexsual baik antara lawan jenis (laki-laki dan perempuan) maupun hubungan sejenis (Homo, Waria) dan melalui jarum suntik Narkoba.

“Sisa dari estimasi data HIV dan AIDS sekitar 700 kasus, sisa dari 700 ini yang akan menularkan belum lagi yang tidak termasuk estimasi seperti orang-orang yang pernah berhubungan di tempat penjajakan sexs seperti di Kecamatan Kosambi dan tempat lainnya,” kata Dr Yully.

Masih penjelasan Dr Yully, pihaknya bersama Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata Kabupaten Tangerang terus melakukan sosialisasi terkait penyebaran dan pencegahan penyakit HIV dan AIDS ini, sosialisasi dilakukan seperti di Kosambi, pabrik-pabrik, sekolah-sekolah, perguruan tinggi dan tempat lainnya.

“Kenapa kami sering melakukan sosialisasi tentang HIV dan AIDS dikarenakan fenomena HIV dan AIDS ini seperti gunung Ees. Tidak terlihat dipermukaan tetapi sangat banyak yang menderitanya, karena banyak orang yang tidak mau memeriksakan darahnya, terutama orang-orang yang pernah berhubungan badan dengan penderita AIDS akan menular terutama yang pernah mendatangi lokasi penjajakan sexs dan atau yang pernah menggunakan jarum suntik Narkoba bersama,” ujarnya.

Kasus HIV dan AIDS di Kabupaten Tangerang banyak diketemukan akibat hubungan badan dengan orang yang terkena virus, bukan hanya berhubungan dengan Wanita Tuna Susila (WTS), Homo, Waria saja tetapi pasangan suami istri (Pasutri) juga diketemukan sehingga menularkan virusnya ke istri dan anak-anaknya dan juga diakibatkan pemakaian jarum suntik yang bergantian.

“Ada seorang ibu terkena virus HIV dan AIDS, virus itu ditularkan oleh suaminya, sebelumnya dia tidak tahu kalau suaminya itu terkena virus HIV dan AIDS. Bahkan dua buah hatinya juga terkena virus HIV dan AIDS. Fenomena ini yang saya katakan seperti gunung Ees, mungkin sebelumnya suaminya pernah behubungan  dengan WTS atau yang lainnya yang terkena virus HIV sehingga menularkan ke istrinya,” katanya.

Penyebaran HIV dan AIDS ini harus diputus mata rantainya yaitu harus tes darah supaya orang-orang yang terkena HIV dan AIDS tidak menyebarkan virus yang menyerang sel darah putih itu, sedangkan sel darah putih untuk kekebalan tubuh. HIV itu hanya hidup dalam cairan tubuh sesorang yang telah terinfeksi terutama didalam darah, air mani (pria), cairan vagina (perempuan) dan air susu ibu. HIV tidak terdapat dalam cairan tubuh seperti air keringat, air mata dan air liur.

HIV tidak menular melalui gigitan nyamuk, bersalaman sentuhan tanggan, pelukan ciuman, menggunakan peralatan makan minum bersama, tinggal serumah dan menggunakan jamban yang sama. Virus HIV ini hanya menular melalui hubungan badan, untuk itu disarankan bila berhubungan badan yang bukan pasangan silakan menggunakan kondom untuk mencegah penularannya.

Sedangkan  virus AIDS penularannya dengan cara anal sexs, genito sexs,  oral sexs. Sedangkan kontak darah melalui transfusi darah, menggunakan jarum suntik secara bersama bagi pencandu Narkoba, lain-lain akupuntur dan tindik tato. Sedangkan Ibu ke anak melalui plasenta, proses persalinan dan pemberian airsusu ibu.Saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang telah mendirikan klinik pengobatan bagi orang yang terkena HIV dan AIDS yaitu di Puskesmas Jl Emas Perumnas II Karawaci.

“Klinik tersebut bukan untuk pengobatan tetapi hanya untuk memberikan cairan bentuknya seperti sirup untuk membantu kekebalan tubuhnya. Cairan tersebut hanya menambah harapan hidup. Sejak ada klinik tersebut sudah banyak membantu orang-orang yang terkena HIV dan AIDS mereka sudah ada yang bekerja seperti guru, kerja di pabrik dan bahkan ada yang di Bank,” ungkap Dr Yulli. (Humas)