Anggota Polsek Balajara Diduga Menganiaya Korban Salah Tangkap

Anggota Polsek Balajara Diduga Menganiaya Korban Salah Tangkap, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Anggota Polsek Balajara Diduga Menganiaya Korban Salah Tangkap, Berita541

Anggota Polsek Balajara Diduga Menganiaya Korban Salah Tangkap, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Anggota Polsek Balajara Diduga Menganiaya Korban Salah Tangkap, 541, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Anggota Polsek Balajara Diduga Menganiaya Korban Salah Tangkap

Sahrudin (31), warga Kampung Katileng, RT 003/001, Desa Talog, Kecamatan Kresek, korban salah tangkap atas tuduhan Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor), nampak masih menjalani perawatan intensif di RSUD Tangerang.
Sahrudin (31), warga Kampung Katileng, RT 003/001, Desa Talog, Kecamatan Kresek, korban salah tangkap atas tuduhan Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor), nampak masih menjalani perawatan intensif di RSUD Tangerang.

TRUSKOTACOM – Satuan Reserse Polsek Balaraja, Kabupaten Tangerang diduga telah melakukan penyimpangan keprofesionalannya dalam bertugas, lantaran diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap Sahrudin (31), warga Kampung Katileng, RT 003/001, Desa Talog, Kecamatan Kresek, korban salah tangkap atas tuduhan Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (21/09/2013), sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu korban tengah mengantar rekannya ke wilayah Kampung Kubang, Desa Suka Sari, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, lalu secara tiba-tiba dirinya dituduh sebagai pencuri sepeda motor oleh keluarga Asmad seorang penghulu yang tinggal diwilayah itu.

Tidak lama kemudian, beberapa petugas Polsek Balaraja yang tiba ke lokasi diduga langsung mengintrogasi korban disalah satu ruangan rumah dimana dirinya bertamu.

“Ceritanya, kakak saya pada sabtu sore sekitar jam 5, diajak mengantar temannya yang bernama Muslik, ke rumah temannya di Balaraja. Sampai disitu tau-tau di samperin orang yang tidak lama habis kehilangan motor, ” Edi Sanjaya, adik korban, saat ditemui www.trustkota.com, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang, Minggu (23/09/2013) malam.

Menurutnya, korban kehilangan motor tersebut,  percaya dengan dukun atau mistik. Diduga dari hasil rutual dukun, kakak saya disebut pelaku yang memiliki  ciri-cirinya sama.

“Mereka menuduh kakak saya pencuri motornya. Tidak lama kemudian, datang 4 petugas polisi Polsek Balaraja, langsung mengintrogasinya, di kamar rumah temannya si Muslik ini, sebelum selanjutnya dibawa ke Mapolsek Balaraja,” terang Edy lagi.

Masih kata Edy, setelah diperbolehkan pulang oleh pihak Polsek Balaraja, korban sempat menceritakan perlakuan petugas polisi saat mengintrogasinya.

“Kalau kepada saya, polisi tidak bilang apa-apa, hanya bilang kakak saya sudah bisa dibawa pulang. Kakak saya cerita dipukul, tendang, digetok pakai helm serta distrum. Sampai dirumah kakak saya langsung kejang-kejang, makanya kami bawa ke RSU,” terangnya.

Hal tersebut dibenarkan Muslik, seorang rekan yang meminta korban mengantar ke lokasi dimana korban dituduh mencuri motor itu. Menurut Muslik, ia mengantarkan korban ke rumah temannya di Balaraja.

“Beberapa menit sampai disana, tiba-tiba anaknya Pengulu Asmad, datang menuduh korban, sebagai pelaku pencuri motornya yang hilang. Kemudian polisi datang langsung membawanya ke kamar, kebetulan posisi saya ada diruang tamu saat itu, jadi saya dengar suara gaduh didalam kamar sebelum akhirnya, korban dibawa ke Polsek Balaraja dengan menggunakan mobil,”ungkapnya.

Saat ini, korban belum dapat dimintai keterangan, lantaran masih menjalani perawatan intensif di ruang Pavilium Sriwijaya, RSUD Tangerang. (ges)