AMPELA Minta Pemerintahan Jokowi-JK Usut Tuntas Tragedi Mei 1998

AMPELA Minta Pemerintahan Jokowi-JK Usut Tuntas Tragedi Mei 1998, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, AMPELA Minta Pemerintahan Jokowi-JK Usut Tuntas Tragedi Mei 1998, Berita229

AMPELA Minta Pemerintahan Jokowi-JK Usut Tuntas Tragedi Mei 1998, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, AMPELA Minta Pemerintahan Jokowi-JK Usut Tuntas Tragedi Mei 1998, 229, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, AMPELA Minta Pemerintahan Jokowi-JK Usut Tuntas Tragedi Mei 1998

Demo 1

LEBAK,TRUSTKOTA- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Lebak (AMPELA) melakukan long march dimulai dari depan Polsek Kota Rangkasbitung,Patih Derus,Multatuli dan berakhir di depan kantor DPRD Kabupaten Lebak.

Dalam aksinya, mahasiswa meminta agar pemerintahan Jokowi-JK mengusut tuntas aktor intelektual dibalik 98 sesuai dengan janji politiknya yang pernah diucapkan pada saat pencalonan presiden beberapa waktu yang lalu.

AMPELA ini merupakan gabungan dari beberapa OKP, antara lain, GMNI, Kumala,PMII,HMI,FAM Lebak,BEM STISIP,IPPNU dan BEM STKIP Rangkasbitung. Tak hanya itu, aksi yang dilakukan Ampela ini tak lepas dari pengawalan ketat petugas kepolisian dan satpol PP. Sekitar setengah jam berorasi di depan kantor Bupati, para pendemo selanjutnya dengan tertib membubarkan diri.‎

“Aksi ini merupakan bentuk solidaritas kami terhadap para mahasiswa yang telah berjuang demi keadilan di negara ini. Dan ini terbukti dengan gugurnya 4 mahasiswa Trisakti pada saat itu, peristiwa yang akan selalu kita ingat sebagai bagian dari perjuangan besar bangsa ini,” Ucap TB Alfian Korlap aksi dalam orasinya di depan kantor Bupati Lebak ,Selasa (12/5/2015)‎

Selain itu, kata Alfian Aliansi Mahasiswa Peduli Lebak mengajak masyarakat Lebak untuk merefleksikan Tragedi Mei 1998.

” 12 Mei 1998 merupakan sebuah sejarah bagi bangsa Indonesia dan 17 tahun sudah peristiwa ini berlalu tapi belum ada titik terang terkait aktor intelektual di balik kasus ini,” Katanya. (Riz)