Alasan Pelajar Muhammadiyah Ngotot Tolak Perubahan Komando Polresta Tangerang

Alasan Pelajar Muhammadiyah Ngotot Tolak Perubahan Komando Polresta Tangerang, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Alasan Pelajar Muhammadiyah Ngotot Tolak Perubahan Komando Polresta Tangerang, Berita635

Alasan Pelajar Muhammadiyah Ngotot Tolak Perubahan Komando Polresta Tangerang, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Alasan Pelajar Muhammadiyah Ngotot Tolak Perubahan Komando Polresta Tangerang, 635, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Alasan Pelajar Muhammadiyah Ngotot Tolak Perubahan Komando Polresta Tangerang

Amalul AS, Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kab.Tangerang -Trustkota.com
Amalul AS, Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kab.Tangerang -Trustkota.com

TRUSTKOTA TANGERANG–Penolakan kendali Polres Kota (Polresta) Tangerang dibawah komando Polda Banten terus bergulir.

Ketua Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kabupaten Tangerang Amalul Arifin S mengatakan, pengambilalihan komando Polresta Tangerang dari Polda Metro Jaya ke Polda Banten merupakan pemborosan anggaran negara.

“Mubazir anggaran saja! Lebih baik anggaran dipergunakan untuk kepentingan Masyarakat Banten dari pada sekedar merubah nomenklatur. Toh itu semua tidak merubah profesionalisme polisi secara umum,” ujar Amalul Arifin S kepada Trustkota.com, Kamis (1/10/2015).

Menurut Amalul, sebaiknya, Polda Banten meningkatkan Pelayanan dan Kamtibmas di wilayah hukumnya saat ini seperti di Kabupaten Lebak, Pandeglang, Cilegon dan Serang dari pada memperluas daerah kerjanya. “Evaluasi dulu kinerja Polda Banten,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Pria yang juga Ketua Bidang Advokasi Publik Hukum dan HAM Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Tangerang ini berharap, Gubernur Banten Rano Karno dan stake holder fokus bekerja dari pada gaduh pada masalah komando Polresta Tangerang.

“Masih banyak masalah di Provinsi Banten yang lebih penting seperti masalah ekonomi, kekeringan, pencemaran sungai dan sebagainya untuk dituntaskan,” pungkasnya. (joe)