Akibat Seleksi Tidak Tegas, Ratusan Jamaah Haji Meninggal Dunia

Akibat Seleksi Tidak Tegas, Ratusan Jamaah Haji Meninggal Dunia, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Akibat Seleksi Tidak Tegas, Ratusan Jamaah Haji Meninggal Dunia, Berita596

Akibat Seleksi Tidak Tegas, Ratusan Jamaah Haji Meninggal Dunia, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Akibat Seleksi Tidak Tegas, Ratusan Jamaah Haji Meninggal Dunia, 596, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Akibat Seleksi Tidak Tegas, Ratusan Jamaah Haji Meninggal Dunia

Calon Haji (Calhaj) 2012 Kabupaten Lebak, saat di Bandara Soekarno Hatta.
Calon Haji (Calhaj) 2012 Kabupaten Lebak, saat di Bandara Soekarno Hatta.

BANDARA TRUSTKOTA – Kementerian Agama (Kemenag), mencatat sudah sebanyak 126 Jamaah Haji asal Indonesia yang meninggal ditanah suci. Hal tersebut dikatakan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, di Gedung VIP Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta, Jumat (10/10/2014).

Menurutnya, penyebabnya, karena sakit dan faktor usia yang terlalu renta. Penyebab sakit didominasi penyakit bawaan yang diderita sejak di Indonesia. Penyebab lainnya karena kecelakaan, yakni tertabrak mobil, ada kurang dari lima orang.

“Selain itu, ada ketidaktegasan dalam seleksi jamaah haji ini.  Contohnya, ada calon jamaah yang beresiko tinggi pada pemeriksaan kesehatannya di tingkat kota/kabupaten, tapi di tingkat provinsi diloloskan ke pusat karena iba dan sungkan. Harusnya, jamah-jamaah haji yang riskan atau belum sembuh dari sakit tidak boleh diberangkatkan.Ya, sampai kemarin tercatat ada 126 jamaah yang meninggal,” beber Lukman.

Lanjut Lukman, jamaah yang meninggal tahun ini lebih banyak lansia yang berusia diatas 70 tahun.  Pasalnya, sisa kuota haji diproritaskan untuk lansia, mengingat panjangnya antiran waiting list haji.

“Karena lansia lebih banyak dan umunya berseiko tinggi, maka angka korban yang wafat lebih banyak. Selama ini belum ada standarisasi kesehatan bagi bagi calon jamaah haji. Setiap daerah Kabupaten dan Kota, memiliki standart yang berbeda,” terang Lukman.

Kedepan ia akan berkoordinasi dengan kementerian kesehatan untuk memperketat standart kesehatan calon jamaah haji. Persyaratan kesanggupan bagi setiap jamaah tidak hanya diukur dari kemampuan finansial atau biaya membayar haji saja, tapi juga kondisi kesehatan.(Dik)