Akibat Kemarau, Produksi Padi di Lebak Turun 50 Persen

Akibat Kemarau, Produksi Padi di Lebak Turun 50 Persen, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Akibat Kemarau, Produksi Padi di Lebak Turun 50 Persen, Berita616

Akibat Kemarau, Produksi Padi di Lebak Turun 50 Persen, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Akibat Kemarau, Produksi Padi di Lebak Turun 50 Persen, 616, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Akibat Kemarau, Produksi Padi di Lebak Turun 50 Persen

TrustKota.com
TrustKota.com

LEBAK,TRUSTKOTA- Akibat  kemarau panjang yang melanda Kaupaten Lebak, sejak dua bulan belakangan, produksi padi di wilayah itu kini mengalami penurunan hingga 50 persen.Bahkan sejumlah petani di wilayah Selatan Kabupaten Lebak dan sekitarnya yang selama ini menjadi wilayah lumbung padi di Banten, seperti di Kecamatan Malinging, Panggarangan,Cihara dan Bayah, terpaksa memanen lebih awal tanaman padi mereka akibat mengalami kekeringan.

“Kemarau tahun ini benar benar panjang, mengakibatnya hasil produksi padi anjlok secara drastis hingga 50 persen dari produksi normal,” UJAR Budiyati Harpiani, kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertanian Kecamatan Bayah dihadapan Wartawan, Rabu (5/8/2015).

Menurut Budiyati, jika dalam kondisi cuaca normal, hasil produksi padi di Kecamatan Bayah seluas 1.600 hektar,  bisa mencapai 5 hingga 6 ton per hektar.Namun akibat kemarau panjang tahun ini, hasil produksi padi petani hanya berkisar 2 hingga 2,5 ton per hektar.

“ada sebagian dari petani terpaksa melakukan panen lebih awal, karena tanaman padi mereka mengering akibat tidak adanya air. Bahkan areal persawahan marjinal atau tadah hujan diperkirakan mengalami puso atau gagal panen.Dari 1.600 hektar areal persawahan di Kecamatan Bayah, hampir semuanya mengalami kekeringan dan penurunan produksi hingga 50 persen,” katanya.

Sementara salah seorang pengepul yang juga mitra bulog di Kecamatan Wanasalam, Agus Supritana, memperkirakan, target pengadaan gabah dari beras lokal tahun ini oleh Bulog diyakini tidak akan tercapai, karena daerah daerah lumbung padi di Banten tahun ini rata rata mengalami penurunan produksi hingga 50 persen dari produksi normal.

“Saya pastikan target bulog dalam pengadaan beras lokal tahun ini tidak akan tercapai, karena banyak lahan pertanian padi yang mengalami puso,” katanya.

Ditempat terpisah, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Banten, Oong Syahroni mengatakan, produksi pangan di Lebak dipastikan mengalami penurunan akibat kemarau panjang.
“Kami sudah menerima laporan, ribuan hektare tanaman padi di Lebak mengalami kekeringan hingga berpotensi gagal panen,” katanya di Rangkasbitung, Rabu (5/8).

Oong yang juga politisi partai Gerindra ini pesimis, produksi pangan yang ditargetkan tiga juta ton gabah kering pungut (GKP) di Banten akan tercapai. Apalagi prediksi BMKG Banten, kemarau tahun ini akan berlangsung hingga bulan November 2015.

Menurutnya, petani ke depan agar tidak melakukan penanaman padi pada bulan Juni sampai Agustus, karena biasanya memasuki musim kemarau. Sebaiknya menurut Oong, bulan itu ditanami palawija maupun hortikultura karena tidak membutuhkan air banyak.

“Kami berharap petani selama setahun adanya pergantian tanam dengan cara dua kali tanam padi dan satu kali tanam palawija atau hortikultura,” katanya.

Meski banyak lahan persawahan yang mengaami gagal panen dan penuruan produksi,namun bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya memastikan, stok pangan di Kabupaten Lebak aman hingga akhir tahu 2015.

“Meski sekarang mengalami kekerirngan akibat kemarau panjang,namun stok pangan di Lebak aman,” katanya. (Riz)