Adik Tiri Gubernur Atut Kembali Diperiksa Polda Banten

Adik Tiri Gubernur Atut Kembali Diperiksa Polda Banten, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Adik Tiri Gubernur Atut Kembali Diperiksa Polda Banten, Berita685

Adik Tiri Gubernur Atut Kembali Diperiksa Polda Banten, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Adik Tiri Gubernur Atut Kembali Diperiksa Polda Banten, 685, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Adik Tiri Gubernur Atut Kembali Diperiksa Polda Banten

Ilustrasi
Ilustrasi

TRUSTKOTACOM BANTEN – Lilis Karyawati Hasan, kembali diperiksa Tim penyidik Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Banten, terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan sodetan, Sungai Cibinuanguen, Kabupaten Lebak, senilai Rp19 miliar, Rabu (14/5/2014).

Untuk diketahui, Lilis Karyawati Hasan sudah ditetapkan sebagai tersangka, dalam kasus yang sama. Dana sebesar Rp19 miliar berasal dari APBN 2011. Berdasarkan pantauan di Mapolda Banten, dengan menggunakan baju hitam dan kerudung merah, Lilis tiba di Polda Banten pukul 10.00 WIB. Lilis langsung masuk ke dalam ruangan pemeriksaan Ditkrimsus.

Lilis diperiksa selama 4 jam. Usai diperiksa, Lilis enggan menjawab secara detail soal pemeriksaan tersebut. “Silakan tanya langsung ke penyidik,” ujar Direktur CV TMJ ini, menjawab pertanyaan wartawan, sambil pergi menuju mobilnya.

Namun, pemeriksaan kali ini Lilis tanpa didampingi oleh penasehat hukumnya. “Saya menghadapi kasus ini sendiri saja, dikhawatirkan ada masukan yang tidak pas. Kalau sendiri lebih baik,” katanya.

Lilis diperiksa sebagai saksi, terhaap tersangka berinisial M, yang merupakan rekan Lilis di proyek yang berasal dari APBN 2011 tersebut. Menurut Dirkrimsus Polda Banten Kombes Pol Narullah, pemeriksaan Direktur CV Tunas Mekar Jaya hari ini sebagai saksi, dari tersangka lain untuk di mintai keterangan.

“Hari ini penyidik memeriksa Lilis sebagai saksi tersangka M, bukan pemeriksaan sebagai tersangka,” kata Narullah di ruangannya.

Perwira tinggi melati tiga ini mengatakan, tim penyidik sudah memeriksa 29 saksi untuk tersangka Lilis, dan masih belum menahannya. “Untuk mendukung terhadap kasus ini, tim melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, dan mengumpulkan barang bukti,” kata mantan Kasubdit IV Dittipiter Bareskrim Polri.

Untuk diketahui, ada dua tersangka yang sudah lengkap berkasnya atau P21. Keduanya adalah Dedi Mashudi selaku PPK proyek di Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurain (BBWSC3), dan Yayan Suryana selaku Direktur Delima Agung Utama (DAU) selaku pemenang lelang proyek. Polda Banten sebelumnya sudah menetapkan Lilis menjadi tersangka, pada bulan Februari 2014 yang lalu. (mb)