Ada ODGJ Telanjang di Alun-Alun Tigaraksa, Kinerja 3 OPD Dipertanyakan

Ada ODGJ Telanjang di Alun-Alun Tigaraksa, Kinerja 3 OPD Dipertanyakan, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ada ODGJ Telanjang di Alun-Alun Tigaraksa, Kinerja 3 OPD Dipertanyakan, Berita693

Seorang yang diduga ODGJ berbaring di Alun-Alun Tigaraksa, Kab Tangerang/trustkota
Seorang yang diduga ODGJ berbaring di Alun-Alun Tigaraksa, Kab Tangerang/trustkota

TRUST TIGARAKSA— Seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa atau Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), tampak terbaring di taman median jalan depan Alun-alun Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, Jumat (15/11/2019).

Pantauan di lokasi, Sejak siang hingga sore hari tidak ada penanganan terhadap pria terduga ODGJ tersebut. Alhasil, pria yang tanpa mengenakan celana itu menjadi perhatian pengguna jalan yang melintas.

Anggota Fraksi PKS DPRD Kabupaten Tangerang menanggapi masalah ODGJ yang berkeliaran di kawasan Pemkab Tangerang.

Ia berharap, tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yakni harus Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Satpol PP untuk responsif.

“Harus jadi perhatian pemerintah daerah, terutama dinas terkait. Karena masalah orang terlantar itu domainnya Dinsos,” ujar Sapri yang juga Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang, kepada wartawan.
Menanggapi hal itu, Ketua Unit Reaksi Cepat (URC) Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tangerang, Ahmad Hidayat membenarkan adanya laporan ODGJ yang berkeliaran di kawasan Pusat Pemkab Tangerang.

Salah satunya yang terlihat sedang berbaring di taman median jalan depan Alun-Alun Tigaraksa, tanpa mengenakan celana.
Menurutnya, penanganan ODGJ tidak bisa hanya Dinsos saja, melainkan tim koordinasi lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Memang informasi dari masyarakat ada tiga ODGJ yang berkeliaran di Pemkab. Namun untuk penanganan ODGJ di Kabupaten Tangerang butuh tim koordinasi. Tidak hanya Dinsos, tapi juga melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Satpol PP,” tukasnya.
Pria yang akrab disapa Bang Dayat ini mengungkapkan, bahwa tugas pertama dalam penanganan ODGJ adalah Satpol PP yang mengevakuasi ODGJ, kemudian dibawa ke rumah penampungan khusus ODGJ. Selanjutnya ditangani oleh Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan.
“Dinsos menangani ODGJ di jalanan atau terlantar yang artinya tidak punya keluarga atau penanggu jawab. Kemudian Dinkes dari sisi medis atau pemeriksaan kesehatan. Namun persoalannya lainnya adalah Pemkab belum memiliki rumah penampungan khusus ODGJ,” jelasnya.

Padahal, kata Dayat, keberadaan rumah penampungan itu sangat penting untuk proses persiapan dan administrasi ODGJ sebelum dikirim ke rumah sakit jiwa. Persiapan administrasi itu seperti pembuatan data diri, BPJS Kesehatan atau Jamkesda dan surat rekomendasi lainnya.

“Kalau cuma satu atau dua ya berat diongkos, makanya ditampung dulu di rumah penampungan. Nanti dikirim ke rumah sakit jiwa RS. dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor, yang sudah bekerjasama dengan Pemkab Tangerang,” tandasnya.

Selain itu, Dayat juga mengakui, jika penanganan ODGJ lintas instansi yaitu Satpol PP, Dinsos dan Dinkes belum optimal. “Jadi memang perlu optimalisasi peran dan fungsi 3 SKPD ini untuk menangani ODGJ,” pungkasnya. (krm/joe)