Ada Dua Lagi PNS Bakal Jadi Tersangka di Pengadaan Alat e-KTP

Ada Dua Lagi PNS Bakal Jadi Tersangka di Pengadaan Alat e-KTP, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ada Dua Lagi PNS Bakal Jadi Tersangka di Pengadaan Alat e-KTP, Berita205

Ada Dua Lagi PNS Bakal Jadi Tersangka di Pengadaan Alat e-KTP, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ada Dua Lagi PNS Bakal Jadi Tersangka di Pengadaan Alat e-KTP, 205, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ada Dua Lagi PNS Bakal Jadi Tersangka di Pengadaan Alat e-KTP

Kapolres Kota Tangerang, Kombes Irfing
Kapolres Kota Tangerang, Kombes Irfing

TRUSTKOTA TANGERANG – Dugaan korupsi pada pengadaan alat percetakan Elektrnik-Kartu Tanda Penduduk (e-KTP), tak hanya menyeret Ek (31), Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tangerang dan MD (31), Direktur PT Inti Hurip selaku pemenang tender. Tapi, bakal ada dua lagi PNS yang akan kembali ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Kota Tangerang, Kombes Irfin saat dikonfirmasi trustkota.com,  tak menampik hal tersebut. Menurutnya, pengembangan kasus dugaan korupsi tersebut masih dilakukannya.  “Akan ada dua lagi tersangka dari PNS dalam kasus ini,” kata Irifin, Kamis (26/06/2014).

Meski demikian, Irfing enggan menyebutkan identitas dua PNS tersebut. Yang jelas, kata Irfin, kedua PNS tersebut berkaitan dengan pengadaan alat mesin printer yang merugikan keuangan negara sekitar Rp 2 Miliar.

“Sekarang keterlibatan dua PNS tersebut sedang kita dalami,” tambah Irfing.

Diberitakan sebelumnya, hari ini Polres Kota Tangerang, menyerahkan dua tersangka korupsi pengadaan alat printer e-KTP di Disdukcapil Kabupaten Tangerang ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tigaraksa.

Dua tersangka yang diserahkan adalah EK  (53) yang merupakan mantan Kadisdukcapil Kabupaten Tangerang dan MD (31) Direktur PT Inti Hurip selaku perusahaan pemenang tender dalam pengadaan percetakan e-KTP tersebut.

Keduanya di giring dari Polres Kota Tangerang, dengan dikawal dua anggota Kejaksaan  sekitar pukul 12.30 WIB dan langsung dimasukan ke Mobil Toyota Inova Hitam  untuk dibawa ke Kejari Tigaraksa.

Penyerahan dua tersangka berkaitan dengan lengkapnya berkas perkara kedua tersangka atau P21. Dari hasil penyelidikan dan penyidikan Polres Kota Tangerang, dalam proyek pengadaan alat percetakan e-KTP sebesar Rp 4,6 miliar dari APBD 2012 itu, terdapat fakta-fakta perbuatan melawan hukum.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal pasal 2 UURI No 21 tajn 1999 Jo Pasal  55 ayat 1 subsider pasal 3 UU RI No. 31 tahun 1999 dengan ancaman penjara paling lama 20 tahun. (Cun)