Ada Biaya Siluman, Warga Maja Keluhkan Pembuatan Sertifikat Prona

Ada Biaya Siluman, Warga Maja Keluhkan Pembuatan Sertifikat Prona, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ada Biaya Siluman, Warga Maja Keluhkan Pembuatan Sertifikat Prona, Berita356

Ada Biaya Siluman, Warga Maja Keluhkan Pembuatan Sertifikat Prona, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ada Biaya Siluman, Warga Maja Keluhkan Pembuatan Sertifikat Prona, 356, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ada Biaya Siluman, Warga Maja Keluhkan Pembuatan Sertifikat Prona

Sertifikat Prona dikeluhkan warga Maja,Lebak karena warga harus mengeluarkan untuk mendapatkan sertifikat tersebut
Sertifikat Prona dikeluhkan warga Maja,Lebak karena warga harus mengeluarkan untuk mendapatkan sertifikat tersebut

TRUSTKOTA LEBAK – Progam Nasional Sertifikat (Prona) tanah yang didanai oleh Pemerintah Pusat program tahun anggaran  Juli 2013 dan di terima masyarakat 16 Juni 2014 dikeluhkan warga Kampung Panyandungan Desa Binong, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak. Pasalnya, untuk membuat per satu buah buku sertifikat tanah, warga harus merogoh kocek sekitar Rp 450 ribu melalui panitia.

Salah seorang warga yang enggan disebut namanya mengatakan, awalnya pihak desa melalui rapat menyampaikan bahwa untuk kepentingan adminstrasi, masyarakat hanya diharuskan mengeluarkan uang Rp 250 ribu. Tapi ketika sertifikat sudah jadi atau terbit, pihak desa justru meminta sebesar Rp 450 ribu.

“Saya kurang tahu alasan pastinya untuk apa yang dua ratus ribu itu lagi, tapi katanya sih untuk upah yang bekerja,” katanya.

Bahkan katanya, ada warga yang harus mengeluarkan uang mencapai Rp 4 Juta untuk mensertifikat tempat usahanya yang berupa penggeregajian kayu (sawmill). “Iya, untuk sawmill ada yang sampai keluar uang empat juta rupiah,” tuturnya.

Menurutnya, biaya yang awalnya hanya disepakati Rp.250 ribu tapi setelah sertifikat akan diserahkan ke warga menjadi Rp.450 ribu,itu yang dikeluhkan warga.
Pjs Kades Binong Suryadi mengaku, kegiatan pembuatan sertfikat masal di Desanya dikenakan biaya oleh panitia ajudikasi sebesar Rp 350 ribu dengan sebelumnya dilakukan berdasarkan musyawarah dengan masyarakat yang mendapatkan prona tersebut

Ia menuturkan, saat pembuatan sertifkat masal gratis itu Pjs kades bukan di jabat oleh dirinya, tapi oleh Sekdes, Dedi wahyudi.

“Kalau tidak salah setelah rapat dengan masyarakat dan panitia disepakati Rp.250 ribu per satu buku (sertifikat), dengan catatan sertifikat hanya untuk satu Kepala Keluarga (KK). Tapi, ternyata per satu sertifikat mencapai Rp 450 ribu sampai Rp 1 Juta,” ungkapnya saat dihubungi wartawan.

Sementara itu Camat Kecamatan Maja, Dedi Supratnawijaya mengataakan , sejauh ini pihaknya mengaku belum mengetahui terkait persoalan pembuatan Prona di Desa Binong. Pasalnya, saat proses pembuatan Prona pada tahun 2013, ia belum bertugas di Kecamatan Maja.

“Sepengetahuan saya  Prona itu gratis, tapi saya tidak tahu kalau ada kesepakatan antara masyarakat dan panitia. Saya akan panggil warga, dan pihak desa untuk mengclearkan permasalahan ini. Jadi saya belum bisa berbicara banyak,” katanya.(Yat)