Ada Aktivitas Galian Tanah, SMPN 1 Cibadak Terancam Longsor

Ada Aktivitas Galian Tanah, SMPN 1 Cibadak Terancam Longsor, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ada Aktivitas Galian Tanah, SMPN 1 Cibadak Terancam Longsor, Berita197

Ada Aktivitas Galian Tanah, SMPN 1 Cibadak Terancam Longsor, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ada Aktivitas Galian Tanah, SMPN 1 Cibadak Terancam Longsor, 197, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Ada Aktivitas Galian Tanah, SMPN 1 Cibadak Terancam Longsor

Jarak tanah dengan bangunan sekolah SMPN 1 Cibadak hanya berjarak 3m, terlihat aktivitas menggunakan alat berat, Selasa (07/07/2015).
Jarak tanah dengan bangunan sekolah SMPN 1 Cibadak hanya berjarak 3m, terlihat aktivitas menggunakan alat berat, Selasa (07/07/2015).

LEBAK,TRUSTKOTA- SMPN 1 Cibadak terancam longsor. Pasalnya, semenjak ada aktivitas galian tanah milik warga, yang jarak antara bangunan sekolah dengan batas galian hanya 3m dengan kedalaman mencapai 10m.

Selain rawan longsor, adanya galian tersebut juga rawan memakan korban jiwa.

“Galian tersebut sudah beroperasi kurang lebih selama satu bulan, sejak awal beroperasi juga tidak kordinasi terlebih dahulu, memang tanah itu milik juga hak pemilik, tapi kan disini ada bangunan milik negara yang digunakan masyarakat banyak,apalagi kalau aktifitas sekolah sudah mulai kembali, khawatir murid ketika bermain disitu terjatuh,” Ujar kepala SMPN 1 Cibadak, Supardi,Selasa (07/07/2015).

Sebenarnya, kata Supardi, sudah ada pertemuan antara pemilik, kepala desa juga pihak sekolah mengenai masalah tersebut, namun, tidak menemukan titik terang, pemilik tetap mengoperasikan galian tersebut.

“Koordinasi memang tetap berjalan dan sore ini pihaknya mengadakan pertemuan untuk membahas masalah ini,” Katanya.‎

Menurut Supardi, pemilik meminta kepada pihak sekolah penggantian tanah dengan harga Rp.100 ribu per-meter, sedangkan jika ditotalkan ukuran tanah yang terkena galian tersebut memiliki panjang 50 meter dan lebar 3 meter.

“Jika ditotalkan jumlah yang harus dibayar adalah Rp.15 juta, sedangkan sekolah mendapatkan dana darimana, barusan saya (kepala sekolah) ditelepon pemilik, untuk segera mengambil keputusan kalau tidak tanah tersebut akan dihabiskan sesuai dengan batasnya,”jelasnya.

Sementara, Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Cibadak, Nursewanto yang mendengar pemilik mengeluarkan statemen yang seakan mengintimidasi mengatakan, pihaknya menilai untuk sementara ditahan dulu, jangan sampai masyarakat banyak dirugikan.

“Ketika pemilik menelpon kepala sekolah itu posisi telpon di loudspeaker dan saya berada disamping kepala sekolah, menurut penilaian saya , ini kan sekolah bangunan milik negara, jadi mohon untuk pemilik banyak pertimbangan,”katanya.

Hal senada dikatakan Ketua LSM Garda Demokrasi, Badri, pihaknya menerangkan harus ada tindakan tegas dari pemerintah kabupaten Lebak jika terus dibiarkan bisa terjadi longsor.

“Pemilik lahan jangan arogan karena kan menyangkut masyarakat banyak apalagi ini lembaga yang mencerdaskan masyarakat dan bangunan milik negara, semuanya bisa diselesaikan secara baik-baik dan mencari solusi yang tepat,”tegasnya. (Riz)