80 Persen Hotel di Tangsel Berhenti Beroperasi

80 Persen Hotel di Tangsel Berhenti Beroperasi, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, 80 Persen Hotel di Tangsel Berhenti Beroperasi, Berita862

130604_hotel-hurufsaja

 
TRUST TANGSEL – Mayoritas Hotel dan Restoran di Tangerang Selatan, tutup atau menghentikan sementara operasionalnya, akibat Covid-19. Dengan begitu, pendapatan Daerah dari pajak hotel dan restoran dipastikan jeblok.

Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Tangerang Selatan, mengakui kehilangan pendapatan hingga 90 persen. Sejak minggu ketiga Maret 2020.

Saat ini, hanya beberapa saja hotel dan resto yang masih beroperasi, dengan mengandalkan tak lebih dari seperempat pekerjanya. Sisanya, dirumahkan.

“Mayoritas sudah pada tutup. Sekitar 80 persen hotel dan resto di Tangsel, tidak beroperasi,” tegas Ketua PHRI Tangsel, Gusri Efendi, Kamis (9/4/2020).

Dengan tidak beroperasinya bisnis hotel dan restoran, maka 300 jenis usaha pendukung industri tersebut, juga ikut terseret pelemahan ekonomi.

“Bisnis hotel dan restoran itu turunannya banyak sekali, dari pertanian sayur mayur, buah, penyuplai ikan, ayam, daging sampai londri. Ini babak belur. Maka ini harus segera dicar solusinya,” kata pemilik usaha restoran di Tangsel ini.

Menurut dia, setiap tahun, industri Hotel dan restoran di Tangsel, bisa membukukan pendapatan hingga Rp 3,4 triliun. Dengan kata lain, mampu menyetorkan pajaknya  hingga mencapai Rp 300 miliar pertahun.

“Sumbangan pajak kita untuk daerah sangat besar, setahun hotel dan restoran di Tangsel, penerimaannya mencapai Rp 3,4 triliun. Pajaknya, sampai Rp 300 miliar,” terangnya.

Pihaknya sangat berharap, Pemerintah segera bisa menangani persoalan Pandemi saat ini. Agar, ekonomi rakyat bisa kembali hidup. Sehingga tidak menimbulkan efek yang lebih besar.

“Ini harus segera Dinas-Dinas terkait melakukan sesuatu. Jangan sampai, dari persoalan kesehatan, timbul masalah sosial, keamanan dan lainnya,” kata Gusri.(kirom/ang)