Perusahaan di Kabupaten Tangerang Belum Maksimal Serap Tenaga Kerja

Perusahaan di Kabupaten Tangerang Belum Maksimal Serap Tenaga Kerja, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Perusahaan di Kabupaten Tangerang Belum Maksimal Serap Tenaga Kerja, Berita359

Perusahaan di Kabupaten Tangerang Belum Maksimal Serap Tenaga Kerja, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Perusahaan di Kabupaten Tangerang Belum Maksimal Serap Tenaga Kerja, 359, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, Perusahaan di Kabupaten Tangerang Belum Maksimal Serap Tenaga Kerja

Kasi Penempatan Tenga Kerja Disnaker Kabupaten Tangerang, Ahmad Hidayat
Kasi Penempatan Tenga Kerja Disnaker Kabupaten Tangerang, Ahmad Hidayat

TIGARAKSA TRUSTKOTA – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tangerang, mencatat sekitar 4.500 perusahaan atau pabrik  yang beroperasi di daerah tersebut.

Namun, dari 4.500 perusahan hanya 30 persen saja yang melaporkan adanya lowongan kerja  secara resmi kepada Disnakertrans. Sedangkan, sisanya sebanyak 70 persen tidak melaporkanya.
Kepala Seksi (Kasi) penempatan tenga kerja Disnakertrans Kabupaten Tangerang, Ahmad Hidayat mengaku, sangat minimnya perusahan atau pabrik yang membuka lowongan secara transfaran dan melaporkanya ke Disnakertrans.

“Perusahaan yang melaporkan adanya lowongan kerja masih sedikit, hanya 30 persen saja. Sisanya, sebanyak 70 persen dari sekitar 4.500 perusahaan tidak melaporkan adanya lowongan kerja ke Disnakertrans,” kata Ahmad Hidayat.

Padahal, lanjut Hidayat, dalam Undang-undang (UU) Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dan peraturan pemerintah Nomor 07 tahun 2008 tentang penempatan tenaga kerja, setiap perusahaan yang memiliki lowongan kerja dan akan menerima karyawan, wajib melaporkannya ke Disnas terkait.

“Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan para pencari kerja dalam mengakses informasi lowongan kerja yang dibutuhkan perusahaan,” jelasnya.

Saat ditanya langkah apa yang sudah dilakukan Disnakertrans terkait minimnya perusahaan yang melaporkan adanya lowongan kerja ke instansinya, Hidayat mengatakan, pihaknya sudah sering menegur perusahaan-perusahan agar setiap mebuka lowongan kerja wajib melporkannya ke Disnakertrans. Namun, berbagai alasan dikemukakan oleh pihak perusahaan.

“Kami tidak bisa memberikan sanksi kepada perusahaan yang tidak melaporkan adanya lowongan kerja. Karena dalam UU Nomor 13 tahun 2003 dan peraturan pemerintah Nomor 07 tahun 2008 itu tidak disebutkan sanksinya,” paparnya.

Hidayat menilai, pelaporan adanya lowongan kerja yang disampaikan oleh perusahaan ke Disankertrans itu sangat penting, karena bisa mencegah adanya unsur pungutan terhadap para pencari kerja dalam setiap penerimaan tenaga kerja.(Cun/Dik)