3 Paslon Absen di Pleno Perhitungan Suara Pemilukada Kota Tangerang

3 Paslon Absen di Pleno Perhitungan Suara Pemilukada Kota Tangerang, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, 3 Paslon Absen di Pleno Perhitungan Suara Pemilukada Kota Tangerang, Berita766

3 Paslon Absen di Pleno Perhitungan Suara Pemilukada Kota Tangerang, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, 3 Paslon Absen di Pleno Perhitungan Suara Pemilukada Kota Tangerang, 766, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, 3 Paslon Absen di Pleno Perhitungan Suara Pemilukada Kota Tangerang

Rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara Pemilukada Kota Tangerang.
Rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara Pemilukada Kota Tangerang.

TRUSTKOTACOM – Tiga dari lima pasangan calon walikota dan wakil walikota Tangerang, nampak absen, dalam pleno rekapitulasi perhitungan suara Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kota Tangerag periode 2013-2018, yang digelar Komisi pemilihan Umum (KPU) Banten, di Hotel Olive, Jalan Imam Bonjol, Karawaci.

Ketiga pasangan calon tersebut ialah, pasangan nomor urut 1 Harry Mulya Zein-Iskanadar, pasangan nomor urut 2 Abdul Syukur-Hilmi Fuad dan pasangan nomor urut 3 Dedi Gumelar (Miing)-Suratno Abu Bakar.

Dari 10 kursi yang dipersiapkan untuk 5 pasangan calon, hanya tampak terisi oleh calon Walikota nomor urut 4 Ahmad Marju Kodri (tanpa calon wakil Gatot Suprijanto) dan calon Wakil Walikota Sachrudin (tanpa calon Walikota Arief Wismansyah).

Meski demikian, Ketua KPU Provinsi Banten, Agus Supriatna yang memimpin rapat pleno itu tetap membuka dan melanjutkan acara rekapitulasi suara dan penetapan pasangan calon terpilih.

“Berdasarkan absensi hingga pelaksanan pleno dibuka, hanya ada dua pasangan calon dan saksi. Meski begitu, kami tetap harus melaksanakan rapat pleno ini,” katanya

Rencananya, KPU akan membuat berita acara rekapitulasi itu dengan mencantumkan pasangan calon dan saksi yang tidak menghadiri rapat pleno tersebut.

Sementara, Hozbeni Gonjala, salah seorang saksi dari paslon nomor urut 2 yang hadir dalam pleno itu, meyampaikan bahwasanya pihaknya tidak akan menandatangani hasil rekapitulasi KPU Banten. Pasalnya, pihaknya menilai proses pemilukada Kota Tangerang dinilai cacat hukum.

Prosesi rekapitulasi perhitungan suara itu, nampak mendapat pengawalan ketat dari petugas kepolisian dari dalam dan luar gedung. (ges)