26 PAC PDIP Kabupaten Tangerang Boikot Ketua DPC Terpilih

26 PAC PDIP Kabupaten Tangerang Boikot Ketua DPC Terpilih, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, 26 PAC PDIP Kabupaten Tangerang Boikot Ketua DPC Terpilih, Berita627

26 PAC PDIP Kabupaten Tangerang Boikot Ketua DPC Terpilih, www.trustkota.com, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, 26 PAC PDIP Kabupaten Tangerang Boikot Ketua DPC Terpilih, 627, Dari Banten untuk Indonesia, Portal Berita, Surat Kabar, Media Online, 26 PAC PDIP Kabupaten Tangerang Boikot Ketua DPC Terpilih

IMG-20150308-00173

TRUSTKOTA – Sebanyak 26 dari 29 Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI – Perjuangan yang ada di Kabupaten Tangerang menolak hasil Konfersi Cabang (Konfercab) yang menetapkan Topari sebagai Ketua Dewan Pmpinan Cabang (DPC). Para PAC tersebut bahkan mengancam akan memboikot kepengurusan DPC yang baru.

“Kami 26 PAC menolak hasil Konfercab tersebut. Karena kami menganggap Konfercab tersebut tidak sah,” kata Agiumi, Juru bicara 26 PAC PDIP yang meolak hasil Konfercab saat menggelar jumpa pers dengan wartawan di salah satu rumah makan di Citra Raya, Cikupa pada Minggu (8/3/2015).

Menurut Agiumi yang juga Ketua PAC Kecamatan Kronjo, penolakan tersebut dilakukan 26 PAC lantaran ada beberapa poin Tatib partai yang diselewengkan oleh DPD dan DPP PDI-Perjuangan saat Konfercab berlangsung di Hotel Royele Krakatau, Kota Cilegon pada 5 Maret 2015 lalu.

Diterangkan Agiyumi, musyawarah mufakat dalam proses penetapan Ketua DPC Kabupaten Tangerang dalam Konfercab tersebut tidak mengalami titik temu. Sehingga musyawarah dikembalikan ke perwakilan 29 PAC.

Saat musyawarah, 26 PAC sepakat mendukung Muhlis sebagai Ketua DPC. Satu PAC mendukung Ahmad Supriyadi dan dua PAC mendukung Topari.

“Pada saat rapat itu berlangsung, ada tiga pengurus DPC demosioner yang masuk ke arena musyawarah dan menggiring peserta rapat. Sehingga rapat tersebut dinyatakan deadlock,” terangnya.

Aqiumi menyanyangkan sikap DPP yang langsung memutuskan Topari sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Tangerang tanpa mellaui proses panjang di pusat.

“Ada kejanggalan dan siasat yang sengaja dibuat-buat untuk meloloskan orang-orang tertentu. Kami meminta Konfercab diulang,” ujarnya.

Kata Aqiumi, pihaknya memimpikan Ketua terpilih yang dilahirkan oleh mekanisme demokrasi yang benar.

“Kami akan terus melakukan perlawanan. Ini semua bukan bentuk pembelaan kami terhadap Muhlis, tapi ┬ásebagai bentuk cinta kami terhadap partai PDIP,” tegasnya.

Pengurus PAC Solear Deden Kurniawan menjelaskan, sebelum terjadinya Konfercab, paraa bakal calon sudah dijaring melalui pengurus ranting dan PAC. Dalam penjaringan tersebut Muhlis mendapat 224 dukungan dari 274 pengurus ranting.

Ahmad Supriadi mendapat 107 dukungan dan Topari hanya mendapat 81 dukungan. Sementara pada penjaringan di tingkat PAC, Muhlis mendapat 27 dukungan dari PAC, Ahmad Supriadi dan Topari cuma 13 PAC.

“Kalau dilihat dari kreteria yang disampaikan DPP seperti dari sisi rekam jejak, loyalitas, idiologi, senioritas dan dukungan, semua ada pada Bung Muhlis, tapi toh kenapa DPP hanya menetapkan Topari, sebab hanya Muhlis dari dua kandidat itu yang pernah sudah lolos Kader Madya,” ucapnya. (Cun/Riz)